Loading...

Tips / Cara Melatih Anak Menghafal Al-Qur'an

Loading...

Salah satu yang menjadi kebahagiaan bagi orang bau tanah ialah mempunyai anak yang menghafal Al-Quran. Dikarenakan betapa banyak keutamaan para penghafal Al Alquran itu. Di antara hadits yang menyatakan wacana ini ialah hadis dari nabi Muhammad SAW berikut ini:
Disampaikan oleh Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Salam yang diriwayatkan oleh Imam Al-Hakim, bacalah dengan hatimu “Siapa yang membaca Al-Quran, mempelajarinya, dan mengamalkannya, akan dipakaikan mahkota dari cahaya pada hari kiamat. Cahayanya ibarat cahaya matahari dan kedua orang tuanya dipakaikan dua jubah (kemuliaan) yang tidak didapatkan di dunia. Keduanya bertanya, ‘Mengapa kami dipakaikan jubah ini?’ Dijawab, ‘Karena kalian berdua memerintahkan anak kalian untuk mempelajari Al-Quran.”
Subhanallah, orang bau tanah yang mempunyai anak Hafizh Al-Quran akan mendapat jubah (kemuliaan) yang tidak didapatkan di dunia.
Namun terkadang kita galau bagaimana cara mendidik anak semoga menghafal Al-Quran. Insya Allah di dalam artikel ini, kita akan membahas beberapa tips yang sanggup kita pergunakan untuk mendidik anak menghafal Al-Quran.
  1. Jangan targetkan banyak hafalan , yang penting tajwidnya benar.
  2. Lebih baik hafalan yang sedikit namun sesuai kaidah tajwid daripada hafalan yang banyak namun jauh dari kaidah tajwid. Terlebih lagi yang perlu dipahami ialah Apa yang mereka baca dan hafal pada usia dini sangat menempel di dalam benak mereka. Nah bila saja hafalan yang menempel itu salah maka sangat sulit untuk di ubahi ketika besar..
  3. Selagi anak itu tahsin dan tajwidnya belum bagus, jangan disuruh menghafal sendiri. Tapi harus ditalqin. Nanti dengan sering mendengar yang benar, pengecap anak akan mengcopy secara otomatis. Agar kualitas tilawah dan dan hafalannya semakin mantap, bimbinglah tahsinnya secara intensif.
  4. Mulai hafalan Al Alquran anak dari ayat yang gampang dihafal, bisa di mulai dari juz amma.
  5. Pergunakan waktu khusus untuk bawah umur menghafal dan juga waktu murajaah. Agar mereka selalu konsisten di dalam menghafal. Alangkah baiknya kita mencari waktu yang ketika itu anak sedang mod untuk menghafal Al-Quran.
  6. Alangkah baiknya kita memperdengarkan Murattal Al-Quran sesering mungkin. Ketika bangkit tidur, mau tidur dan waktu-waktu senggang lainnya. Ini  sangat membantu mereka di dalam menghafal dan menggandakan bunyi qori. Alhamdulillah semua jenis Murattal sudah tersebar di mana-mana, ada yang bisa di download secara gratis ibarat download.pusatalquran.com dan banyak situs lainnya, atau beli di toko buku dan kaset terdekat.

Catatan pengingat, menjadi penghafal Al-Quran dan mendidik buah hati menjadi penghafal Al-Quran butuh kesabaran besar. Maka selain berusaha, jangan lupa berdoa, semoga kita dipermudah dalam setiap ibadah yang kita lakukan. Aamiin. Sumber
=====

Melatih Anak Agar Praktis Menghafal Al-Qur'an

Sebaik-baik orang diantara kalian ialah orang yang mempelajari Al-Qur’an dan mengajarkannya.” (HR. Bukhari).
Mengapa kita perlu mengajarkan Al-Qur’an dan mendorong bawah umur untuk menghafal Al-Qur’an?
  • untuk mendapat ridho Allah
  • untuk mendapat ketenangan hidup
  • karena Al Qur’an akan menjadi penolong (syafa’at) bagi para penghafalnya
  • penghafal Al-Qur’an sanggup menawarkan syafaat bagi keluarganya
  • mendapatkan banyak kemuliaan dan pahala yang berlimpah
Prinsip-prinsip mengajarkan Al-Qur’an:
  1. Tidak boleh memaksa anak ( kecuali dengan alasan, misalkan tabiat anak ‘pemalas’ )
  2. Lakukan acara dengan cara menyenangkan
  3. Dimulai dari ayat-ayat yang gampang difahami
  4. Keteladanan dan motivasi
Kunci keberhasilan mengajarkan anak untuk menghafal Al-Qur’an:
  • Suasana senang dan membahagiakan akan membantu anak untuk mengingat hafalannya dalam waktu yang lama, dengan demikian anak akan berinteraksi dengan Al-Qur’an dengan perasaan cinta dan keterikatan terhadap Al-Qur’an.
  • Berulang dan kontinyu
Cara memelihara dan mengembangkan memori anak:
  1. Ajari anak untuk fokus dan perhatian pada pendidiknya
  2. Faktor masakan ialah penentu untuk terpelihara kemampuan memori itu bekerja (zat-zat adiktif yang terdapat dalam makanan, perlahan tapi niscaya akan merusak daya ingat anak-anak)
  3. Memberi klarifikasi pada bawah umur atas nilai-nilai yang terkandung dalam bacaan yang dihafalnya, maka memori akan bekerja lebih eksis
  4. Menghormati waktu bermain dan waktu istirahat anak
  5. Jauhkan unsur-unsur yang sanggup mengancam psikologi bawah umur ; celaan dan tekanan
  6. Ciptakan motivasi-motivasi semoga anak cenderung menyukai aktifitas menghafal
Waktu-waktu yang sempurna untuk mengajarkan anak menghafal Al-Qur’an:
  • Tidak mengantuk
  • Tidak letih / kelelahan
  • Tidak kekenyangan atau sebaliknya, tidak sedang kelaparan
  • Tidak dalam keadaan capek belajar
  • Tidak sedang bermain
  • Tidak dalam keadaan sakit / bad mood
Yang perlu diperhatikan wacana talenta anak dalam menghafal:
  • Kenali talenta bawah umur dan hargai minat mereka.
  • Fahami keterbatasan daya ingat anak alasannya tiap anak itu beda kemampuannya
  • Kenali bawah umur yang mempunyai kesulitan dalam berguru dan berinteraksi
TEKNIS PENGAJARAN
1. Bayi ( 0-2 tahun )
  • Bacakan Al-Qur’an dari surat Al-Fatihah
  • Tiap hari 4 kali waktu ( pagi, siang, sore, malam )
  • Tiap 1 waktu satu surat diulang 3x
  • Setelah hari ke-5 ganti surat An-Nas dengan metode yang sama
  • Tiap 1 waktu surat yang lain-lain diulang 1x
2. Di atas 2 tahun
  • Metode sama dengan teknik pengajaran bayi. Jika kemampuan mengucapkan kurang, maka tambah waktu menghafalnya, misal dari 5 hari menjadi 7 hari.
  • Sering dengarkan murottal.
3. Di atas 4 tahun
  • Mulai atur konsentrasi dan waktu untuk menghafal serius
  • Ajari muroja’ah sendiri
  • Ajari mengahfal sendiri
  • Selalu dimotivasi supaya semangat selalu terjaga
  • Waktu menghafal 3-4x per hari
CARA MENJAGA HAFALAN
  • Mengulang-ulang secara teratur
  • Mendengarkan murottal
  • Mentadabburi dan menghayati makna
  • Menjauhi maksiat
Sumber
=====

Telah kita ketahui betapa besar pahala mengajarkan Al-Quran, sebagaimana hadits berikut:
عن عثمان بن عفّان رضي الله عنه عنِ النبيِّ صلى الله عليه و سلّم قال : خيركم من تعلّم القرآن و علّمه
Dari ‘Utsman radhiyallahu’anhu, dari Nabi shallallahu’alaihi wasallam bersabda, “Sebaik-baik kalian ialah yang berguru Al Alquran dan mengajarkannya.” (HR Bukhari no.5027)
Dalam hadits ini tidak ada pembatasan usia wacana usia berapa kita berguru dan siapakah orang yang kita ajari. Maka kita mengajarkan Al Alquran kepada anak juga termasuk kedalam cakupan hadits ini. Namun demikian, tidak semua perempuan sanggup mengajarkan Al Alquran kepada anak (baik anak kandung atau selainnya) dengan baik.
Mengingat begitu besarnya keutamaan mengajarkan Al Quran, saya ingin membuatkan tips kepada para pembaca sekalian yang saya ambil dari buku Kurikulum Pendidikan Anak Muslim yang ditulis oleh Syaikh Fuhaim Musthafa.
  • Sebelum pengajar mulai membacakan surat, ia harus mengingatkan anak semoga memusatkan perhatiannya terhadap apa yang akan dibacakan. Yang demikian itu supaya hal-hal berikut sanggup terwujud:
    - Anak menyimak bacaan pengajar sehingga bisa menirukan setiap harakat huruf, ketika berhenti ketika waqaf pada kawasan –tempat berhenti serta cara mengucapkan abjad per abjad secara benar.
    - Hati anak menjadi khusyu’, tenang, dan menghormati bacaan Al Alquran ketika mendengarkannya.Melatih anak membaca Al-Quran eksklusif dari mushaf. Di samping itu juga memperkenalkan kepadanya gejala waqaf dan istilah-istilah untuk memperbaiki bacaan pada setiap ayat seperti, mad, idgham, sukun, menebalkan abjad qalqalah, memperjelas makhraj (tempat keluarnya) setiap huruf, hamzah washal, hamzah qatha’ dan lain sebagainya.
  • Sebelum pengajar membacakan surat, ia memulai dengan pembicaraan ringan yang mengakibatkan anak semangat mempelajari surat tersebut dan memahami maknanya.
  • Memperdengarkan bacaan Al Alquran pada indera pendengaran anak dengan bacaan yang khusyu’ lebih dari satu kali.
  • Anak diminta membaca surat itu sepenggal –penggal secara bahu-membahu lebih dari satu kali
  • Sementara itu sang pengajar membenarkan kesalahan-kesalahan yang terjadi pada anak ketika membaca Al Quran.
  • Pengajar menyuruh beberapa anak mengulangi surat yang sudah dibacakan secara bersamaan. Kemudian menyuruh beberapa anak yang lain dan seterusnya.
  • Setelah itu pengajar menyuruh anak satu per satu membaca Al Quran, pengajar menyuruh salah seorang anak untuk membaca Al Alquran sehabis ia memberi pola bacaannya. Kemudian meminta anak lainnya melaksanakan hal serupa, dan seterusnya.
  • Pengajar hendaknya mendiskusikan makna surat kepada anak dengan menawarkan pertanyaan ringan. Hingga pengajar benar-benar mengetahui bahwa seluruh anak sudah memahami makna surat dengan baik.
  • Pengajar Al-Quran harus menanamkan dalam jiwa anak bahwa mempelajari Al-Quran ialah ibadah. Allah ta’ala memberikan pahala yang sangat besar.
  • Pengajar harus mempunyai sasaran pada pertemuan itu anak harus mengulangi ayat-ayat yang diajarkan dengan membacanya berkali-kali.
  • Harus diperhatikan oleh pengajar yaitu membenarkan bacaan anak supaya jangan hingga salah sedikitpun. Karena yang sedikit itu akan dibawa hingga cerdik balig cukup akal kalau tidak dibetulkan.
  • Menjadi catatan untuk pengajar bahwa anak difahamkan dengan makna ayat-ayat yang dia pelajari dengan pemahaman sederhana, sesuai tingkatan akalnya.
Dalam mengajar tentu saja niscaya ada hambatan-hambatan, maka hendaklah selalu berdo’a kepada Allah supaya diberi kesabaran dan keteguhan niat. Karena terkadang dikarenakan hambatan-hambatan yang ada, seorang pengajar menjadi putus asa. Sumber
=====

Dari Abdullah bin ‘Umar, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
إِنَّمَا مَثَلُ صَاحِبِ الْقُرْآنِ كَمَثَلِ الإِبِلِ الْمُعَقَّلَةِ إِنْ عَاهَدَ عَلَيْهَا أَمْسَكَهَا وَإِنْ أَطْلَقَهَا ذَهَبَتْ
“Sesungguhnya orang yang menghafalkan Al Qur’an ialah bagaikan unta yang diikat. Jika diikat, unta itu tidak akan lari. Dan apabila dibiarkan tanpa diikat, maka dia akan pergi.” (HR. Bukhari no. 5031 dan Muslim no. 789).
Dalam riwayat Muslim yang lain terdapat tambahan,
وَإِذَا قَامَ صَاحِبُ الْقُرْآنِ فَقَرَأَهُ بِاللَّيْلِ وَالنَّهَارِ ذَكَرَهُ وَإِذَا لَمْ يَقُمْ بِهِ نَسِيَهُ
”Apabila orang yang menghafal Al Qur’an membacanya di waktu malam dan siang hari, dia akan mengingatnya. Namun kalau dia tidak melaksanakan demikian, maka dia akan lupa.” (HR. Muslim no. 789)

Anak balita mempunyai pikiran yang jernih dan pemahaman yang masih fitrah, maka ajarkanlah mereka aqidah dan manhaj yang benar. Didik mereka dengan membiasakan mereka menghafal, terutama menghafal al qur'an. Berikut ialah sebuah tips yang disampaikan oleh Syeikh kita Abu Hudzaifah semoga Allah menjaganya mengajarkan kepada bawah umur didiknya secara tidak langsung, dan cara ini terbukti alasannya beginilah ulama-ulama salaf mendidik bawah umur mereka.

Ketika Syeikh mengajarkan anaknya dalam menghafal al-qur'an atau yang lain, sehabis ana perhatikan ternyata masyaallah, cara yang sungguh menakjubkan dan murah tanpa biaya, akan tetapi hal ini membutuhkan tugas dari ortua.

Tips Pertama: Cara Menghafal

Perumpamaan anak dalam menghafal itu bagaikan menulis di sebuah watu yang ketika sudah tertulis / terukir di sebuah watu maka sulitlah hilang dan lenyap, oleh alasannya itu suruh dan didk mereka dengan menghafal. Caranya sebagi ibu/bapak/kaka/tante/paman/saudara-saudara lainnya bacakan kepada anak dalam satu hari 1 ayat al qur'an dan suruh bawah umur untuk menglangnya. Teruskan hingga 20x kali baca dan anak menirukan, sebagai contoh: seorang ibu/bapak membaca surat An-nas ayat pertama "qul a'udu birabbinas" dan anak menirukan apa yang bapak dan ibu bacakan. Diusakan 20x atau 50x, semakin banyak pengulangan semakin usang pula hafalan merekat di otak. Dan sehabis itu suruh anak membaca tanpa mendengarkan drai ibu / bapak dan suruh anak mengulang 5 kali. Dan begitu setiap hari hingga ketika kita orang bau tanah mengetahui bahwa anak kita bisa menghafal lebih dari 1 ayat. Maka di tambah dengan 2 ayat, 3 ayat hingga 1/2 halaman 1 halamman dan seterusnya. Tapi bagusnya bertahap jangan terburu -buru. Waktu yang paling anggun dalam menghafal ialah di pagi hari.

Tips Kedua: Cara Murajaah / Mengulang Hafalan

Cara mura ja'ah sehabis anak sudah hafal satu atau beberapa ayat yang di hafalkan ialah dengan  menyuruh bawah umur menyetorkan pada bapa/ibu atau tante /paman dan ini dilakukan setiap habis menghafal dan setiap sore, terus hingga seterusnya. Dan yang istiqamah setiap hari dan berikan hari  libur padanya 1 hari misal hari jum'at.

Tips Ketiga: Cara Murajaah Hafalan yang Banyak

Ketika anak hafal satu surat, maka dia harus murajaah/mengulang hafalan  yang gres di hafal dan satu surat yang telah di hafal. Bagaimana kalo 5 surat jangan paksa bawah umur untuk murajaah yang banyak kalo belum terbiasa. Usahakan murajaah hafalan yang gres dan 3 surat atau 2 surat sehari. Bagaimana kalo hafalan anak sudah 1 juz? disuahakan suruh anak murajaah hafalan yang gres dan 1/4 juz 1 hari. Bagaimana kalo hafalan anak 3 juz? Biasakan anak murajaah setiap hari 1 juz dan hafalan yang baru.

Seperti inilah Syeikh kita Abu Hudzaifah al-liby mengajarkan kepada anak-anaknya. Dan begitu juga para pengajar kita di markaz bani dobyan Yaman. Insyaallah sekiranya ini dilakukan rutin setiap hari bawah umur akan menuntaskan hafalan al qur'an 30 juz.

Yang Istiqamah bertahap "bukankah gunung terdiri dari butiran watu yang kecil" sedikit-sedikit akan menjadi bukit. Sumber
=====

Menanamkan Kegemaran Menghafal Al-Qur’an pada Anak

Banyak sekali keutamaan menghafal Al Quran yang dijelaskan Allah dan Rasul-Nya, diantaranya:
1. Al Alquran Akan Menjadi Penolong (syafa’at) Bagi Penghafalnya.
Dari Abi Umamah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, “Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, ‘Bacalah olehmu Al Quran, sebenarnya ia akan menjadi pemberi syafa’at pada hari simpulan zaman bagi para pembacanya (penghafalnya).” (Riwayat Muslim)
2. Hifzhul Qur’an Akan Meninggikan Derajat Manusia Di Surga.
Dari Abdillah bin Amr bin ‘Ash dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam, ia bersabda, “Akan dikatakan kepada shahib Al Quran, ‘Bacalah dan naiklah serta tartilkan sebagaimana engkau dulu mentartilkan Al Alquran di dunia, sebenarnya kedudukanmu di simpulan ayat yang kau baca.”(Riwayat Abu Daud dan Turmudzi)
3. Para Penghafal Al Alquran Bersama Para Malaikat Yang Mulia Dan Taat.
“Dan perumpamaan orang yang membaca Al Alquran sedangkan ia hafal ayat-ayatnya bersama para malaikat yang mulia dan taat.” (Muttafaqun ‘alaih)
4. Bagi Para Penghafal Kehormatan Berupa Tajul Karamah (Mahkota Kemuliaan).
“Mereka akan dipanggil, ‘Dimana orang-orang yang tidak terlena oleh menggembala kambing dari membaca kitabku?’ Maka berdirilah mereka dan dipakaikan kepada salah seorang mereka mahkota kemuliaan, diberikan kepadanya kesuksesan dengan asisten dan kekekalan dengan tangan kirinya.” (Riwayat at-Tabrani)
5. Penghafal Al Alquran Adalah Orang Yang Paling Banyak Mendapatkan Pahala Dari Al Quran
Untuk hingga tingkat hafal terus-menerus tanpa ada yang lupa, seseorang memerlukan pengulangan yang banyak, baik ketika sedang atau selesai menghafal. Dan begitulah sepanjang hayatnya, hingga bertemu dengan Allah. Sedangkan pahala yang dijanjikan Allah ialah dari setiap hurufnya. “Barangsiapa yang membaca satu abjad dari Al Alquran maka baginya satu hasanah, dan hasanah itu akan dilipat gandakan sepuluh kali. Aku tidak menyampaikan Alif Lam Mim itu satu huruf, namun Alif itu satu huruf, Lam satu abjad dan Mim satu huruf.” (Riwayat at-Turmudzi)
6. Penghafal Al Alquran Adalah Orang Yang Akan Mendapatkan Untung Dalam Perdagangannya dan Tidak Akan Merugi.
“Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah dan mendirikan shalat dan menafkahkan sebagian dari rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka dengan belakang layar dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi, semoga Allah menyempurnakan kepada mereka pahala mereka dan menambah kepada mereka dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri.” (Faathir: 29-30) [Sumber
=====

Melatih Anak Agar Praktis Menghafal Al-Qur'an

Sebaik-baik orang diantara kalian ialah orang yang mempelajari Al-Qur’an dan mengajarkannya.” (HR. Bukhari).
Mengapa kita perlu mengajarkan Al-Qur’an dan mendorong bawah umur untuk menghafal Al-Qur’an?
  • untuk mendapat ridho Allah
  • untuk mendapat ketenangan hidup
  • karena Al Qur’an akan menjadi penolong (syafa’at) bagi para penghafalnya
  • penghafal Al-Qur’an sanggup menawarkan syafaat bagi keluarganya
  • mendapatkan banyak kemuliaan dan pahala yang berlimpah
Prinsip-prinsip mengajarkan Al-Qur’an:
  1. Tidak boleh memaksa anak ( kecuali dengan alasan, misalkan tabiat anak ‘pemalas’ )
  2. Lakukan acara dengan cara menyenangkan
  3. Dimulai dari ayat-ayat yang gampang difahami
  4. Keteladanan dan motivasi
Kunci keberhasilan mengajarkan anak untuk menghafal Al-Qur’an:
  • Suasana senang dan membahagiakan akan membantu anak untuk mengingat hafalannya dalam waktu yang lama, dengan demikian anak akan berinteraksi dengan Al-Qur’an dengan perasaan cinta dan keterikatan terhadap Al-Qur’an.
  • Berulang dan kontinyu
Cara memelihara dan mengembangkan memori anak:
  1. Ajari anak untuk fokus dan perhatian pada pendidiknya
  2. Faktor masakan ialah penentu untuk terpelihara kemampuan memori itu bekerja (zat-zat adiktif yang terdapat dalam makanan, perlahan tapi niscaya akan merusak daya ingat anak-anak)
  3. Memberi klarifikasi pada bawah umur atas nilai-nilai yang terkandung dalam bacaan yang dihafalnya, maka memori akan bekerja lebih eksis
  4. Menghormati waktu bermain dan waktu istirahat anak
  5. Jauhkan unsur-unsur yang sanggup mengancam psikologi bawah umur ; celaan dan tekanan
  6. Ciptakan motivasi-motivasi semoga anak cenderung menyukai aktifitas menghafal
Waktu-waktu yang sempurna untuk mengajarkan anak menghafal Al-Qur’an:
  • Tidak mengantuk
  • Tidak letih / kelelahan
  • Tidak kekenyangan atau sebaliknya, tidak sedang kelaparan
  • Tidak dalam keadaan capek belajar
  • Tidak sedang bermain
  • Tidak dalam keadaan sakit / bad mood
Yang perlu diperhatikan wacana talenta anak dalam menghafal:
  • Kenali talenta bawah umur dan hargai minat mereka.
  • Fahami keterbatasan daya ingat anak alasannya tiap anak itu beda kemampuannya
  • Kenali bawah umur yang mempunyai kesulitan dalam berguru dan berinteraksi
TEKNIS PENGAJARAN
1. Bayi ( 0-2 tahun )
  • Bacakan Al-Qur’an dari surat Al-Fatihah
  • Tiap hari 4 kali waktu ( pagi, siang, sore, malam )
  • Tiap 1 waktu satu surat diulang 3x
  • Setelah hari ke-5 ganti surat An-Nas dengan metode yang sama
  • Tiap 1 waktu surat yang lain-lain diulang 1x
2. Di atas 2 tahun
  • Metode sama dengan teknik pengajaran bayi. Jika kemampuan mengucapkan kurang, maka tambah waktu menghafalnya, misal dari 5 hari menjadi 7 hari.
  • Sering dengarkan murottal.
3. Di atas 4 tahun
  • Mulai atur konsentrasi dan waktu untuk menghafal serius
  • Ajari muroja’ah sendiri
  • Ajari mengahfal sendiri
  • Selalu dimotivasi supaya semangat selalu terjaga
  • Waktu menghafal 3-4x per hari
CARA MENJAGA HAFALAN
  • Mengulang-ulang secara teratur
  • Mendengarkan murottal
  • Mentadabburi dan menghayati makna
  • Menjauhi maksiat
Sumber
=====

Telah kita ketahui betapa besar pahala mengajarkan Al-Quran, sebagaimana hadits berikut:
عن عثمان بن عفّان رضي الله عنه عنِ النبيِّ صلى الله عليه و سلّم قال : خيركم من تعلّم القرآن و علّمه
Dari ‘Utsman radhiyallahu’anhu, dari Nabi shallallahu’alaihi wasallam bersabda, “Sebaik-baik kalian ialah yang berguru Al Alquran dan mengajarkannya.” (HR Bukhari no.5027)
Dalam hadits ini tidak ada pembatasan usia wacana usia berapa kita berguru dan siapakah orang yang kita ajari. Maka kita mengajarkan Al Alquran kepada anak juga termasuk kedalam cakupan hadits ini. Namun demikian, tidak semua perempuan sanggup mengajarkan Al Alquran kepada anak (baik anak kandung atau selainnya) dengan baik.
Mengingat begitu besarnya keutamaan mengajarkan Al Quran, saya ingin membuatkan tips kepada para pembaca sekalian yang saya ambil dari buku Kurikulum Pendidikan Anak Muslim yang ditulis oleh Syaikh Fuhaim Musthafa.
  • Sebelum pengajar mulai membacakan surat, ia harus mengingatkan anak semoga memusatkan perhatiannya terhadap apa yang akan dibacakan. Yang demikian itu supaya hal-hal berikut sanggup terwujud:
    - Anak menyimak bacaan pengajar sehingga bisa menirukan setiap harakat huruf, ketika berhenti ketika waqaf pada kawasan –tempat berhenti serta cara mengucapkan abjad per abjad secara benar.
    - Hati anak menjadi khusyu’, tenang, dan menghormati bacaan Al Alquran ketika mendengarkannya.Melatih anak membaca Al-Quran eksklusif dari mushaf. Di samping itu juga memperkenalkan kepadanya gejala waqaf dan istilah-istilah untuk memperbaiki bacaan pada setiap ayat seperti, mad, idgham, sukun, menebalkan abjad qalqalah, memperjelas makhraj (tempat keluarnya) setiap huruf, hamzah washal, hamzah qatha’ dan lain sebagainya.
  • Sebelum pengajar membacakan surat, ia memulai dengan pembicaraan ringan yang mengakibatkan anak semangat mempelajari surat tersebut dan memahami maknanya.
  • Memperdengarkan bacaan Al Alquran pada indera pendengaran anak dengan bacaan yang khusyu’ lebih dari satu kali.
  • Anak diminta membaca surat itu sepenggal –penggal secara bahu-membahu lebih dari satu kali
  • Sementara itu sang pengajar membenarkan kesalahan-kesalahan yang terjadi pada anak ketika membaca Al Quran.
  • Pengajar menyuruh beberapa anak mengulangi surat yang sudah dibacakan secara bersamaan. Kemudian menyuruh beberapa anak yang lain dan seterusnya.
  • Setelah itu pengajar menyuruh anak satu per satu membaca Al Quran, pengajar menyuruh salah seorang anak untuk membaca Al Alquran sehabis ia memberi pola bacaannya. Kemudian meminta anak lainnya melaksanakan hal serupa, dan seterusnya.
  • Pengajar hendaknya mendiskusikan makna surat kepada anak dengan menawarkan pertanyaan ringan. Hingga pengajar benar-benar mengetahui bahwa seluruh anak sudah memahami makna surat dengan baik.
  • Pengajar Al-Quran harus menanamkan dalam jiwa anak bahwa mempelajari Al-Quran ialah ibadah. Allah ta’ala memberikan pahala yang sangat besar.
  • Pengajar harus mempunyai sasaran pada pertemuan itu anak harus mengulangi ayat-ayat yang diajarkan dengan membacanya berkali-kali.
  • Harus diperhatikan oleh pengajar yaitu membenarkan bacaan anak supaya jangan hingga salah sedikitpun. Karena yang sedikit itu akan dibawa hingga cerdik balig cukup akal kalau tidak dibetulkan.
  • Menjadi catatan untuk pengajar bahwa anak difahamkan dengan makna ayat-ayat yang dia pelajari dengan pemahaman sederhana, sesuai tingkatan akalnya.
Dalam mengajar tentu saja niscaya ada hambatan-hambatan, maka hendaklah selalu berdo’a kepada Allah supaya diberi kesabaran dan keteguhan niat. Karena terkadang dikarenakan hambatan-hambatan yang ada, seorang pengajar menjadi putus asa. http://rumaysho.com/belajar-islam/amalan/3479-amal-jariyah-lewat-buku.html]
“Barangsiapa yang mengajak kepada suatu petunjuk, maka dia memperoleh pahala ibarat pahala orang yang mengikutinya, tanpa mengurangi sedikit pun dari pahala-pahala mereka. Shahih Muslim, Kitab al-Ilm, Bab Man Sanna Sunnatan Hasanatan au Sayyiatan, 4/2060, no. 2674. (Sumber
=====

Melatih Anak Agar Praktis Menghafal Al-Qur'an

Sebaik-baik orang diantara kalian ialah orang yang mempelajari Al-Qur’an dan mengajarkannya.” (HR. Bukhari).
Mengapa kita perlu mengajarkan Al-Qur’an dan mendorong bawah umur untuk menghafal Al-Qur’an?
  • untuk mendapat ridho Allah
  • untuk mendapat ketenangan hidup
  • karena Al Qur’an akan menjadi penolong (syafa’at) bagi para penghafalnya
  • penghafal Al-Qur’an sanggup menawarkan syafaat bagi keluarganya
  • mendapatkan banyak kemuliaan dan pahala yang berlimpah
Prinsip-prinsip mengajarkan Al-Qur’an:
  1. Tidak boleh memaksa anak ( kecuali dengan alasan, misalkan tabiat anak ‘pemalas’ )
  2. Lakukan acara dengan cara menyenangkan
  3. Dimulai dari ayat-ayat yang gampang difahami
  4. Keteladanan dan motivasi
Kunci keberhasilan mengajarkan anak untuk menghafal Al-Qur’an:
  • Suasana senang dan membahagiakan akan membantu anak untuk mengingat hafalannya dalam waktu yang lama, dengan demikian anak akan berinteraksi dengan Al-Qur’an dengan perasaan cinta dan keterikatan terhadap Al-Qur’an.
  • Berulang dan kontinyu
Cara memelihara dan mengembangkan memori anak:
  1. Ajari anak untuk fokus dan perhatian pada pendidiknya
  2. Faktor masakan ialah penentu untuk terpelihara kemampuan memori itu bekerja (zat-zat adiktif yang terdapat dalam makanan, perlahan tapi niscaya akan merusak daya ingat anak-anak)
  3. Memberi klarifikasi pada bawah umur atas nilai-nilai yang terkandung dalam bacaan yang dihafalnya, maka memori akan bekerja lebih eksis
  4. Menghormati waktu bermain dan waktu istirahat anak
  5. Jauhkan unsur-unsur yang sanggup mengancam psikologi bawah umur ; celaan dan tekanan
  6. Ciptakan motivasi-motivasi semoga anak cenderung menyukai aktifitas menghafal
Waktu-waktu yang sempurna untuk mengajarkan anak menghafal Al-Qur’an:
  • Tidak mengantuk
  • Tidak letih / kelelahan
  • Tidak kekenyangan atau sebaliknya, tidak sedang kelaparan
  • Tidak dalam keadaan capek belajar
  • Tidak sedang bermain
  • Tidak dalam keadaan sakit / bad mood
Yang perlu diperhatikan wacana talenta anak dalam menghafal:
  • Kenali talenta bawah umur dan hargai minat mereka.
  • Fahami keterbatasan daya ingat anak alasannya tiap anak itu beda kemampuannya
  • Kenali bawah umur yang mempunyai kesulitan dalam berguru dan berinteraksi
TEKNIS PENGAJARAN
1. Bayi ( 0-2 tahun )
  • Bacakan Al-Qur’an dari surat Al-Fatihah
  • Tiap hari 4 kali waktu ( pagi, siang, sore, malam )
  • Tiap 1 waktu satu surat diulang 3x
  • Setelah hari ke-5 ganti surat An-Nas dengan metode yang sama
  • Tiap 1 waktu surat yang lain-lain diulang 1x
2. Di atas 2 tahun
  • Metode sama dengan teknik pengajaran bayi. Jika kemampuan mengucapkan kurang, maka tambah waktu menghafalnya, misal dari 5 hari menjadi 7 hari.
  • Sering dengarkan murottal.
3. Di atas 4 tahun
  • Mulai atur konsentrasi dan waktu untuk menghafal serius
  • Ajari muroja’ah sendiri
  • Ajari mengahfal sendiri
  • Selalu dimotivasi supaya semangat selalu terjaga
  • Waktu menghafal 3-4x per hari
CARA MENJAGA HAFALAN
  • Mengulang-ulang secara teratur
  • Mendengarkan murottal
  • Mentadabburi dan menghayati makna
  • Menjauhi maksiat
Sumber
=====

Telah kita ketahui betapa besar pahala mengajarkan Al-Quran, sebagaimana hadits berikut:
عن عثمان بن عفّان رضي الله عنه عنِ النبيِّ صلى الله عليه و سلّم قال : خيركم من تعلّم القرآن و علّمه
Dari ‘Utsman radhiyallahu’anhu, dari Nabi shallallahu’alaihi wasallam bersabda, “Sebaik-baik kalian ialah yang berguru Al Alquran dan mengajarkannya.” (HR Bukhari no.5027)
Dalam hadits ini tidak ada pembatasan usia wacana usia berapa kita berguru dan siapakah orang yang kita ajari. Maka kita mengajarkan Al Alquran kepada anak juga termasuk kedalam cakupan hadits ini. Namun demikian, tidak semua perempuan sanggup mengajarkan Al Alquran kepada anak (baik anak kandung atau selainnya) dengan baik.
Mengingat begitu besarnya keutamaan mengajarkan Al Quran, saya ingin membuatkan tips kepada para pembaca sekalian yang saya ambil dari buku Kurikulum Pendidikan Anak Muslim yang ditulis oleh Syaikh Fuhaim Musthafa.
  • Sebelum pengajar mulai membacakan surat, ia harus mengingatkan anak semoga memusatkan perhatiannya terhadap apa yang akan dibacakan. Yang demikian itu supaya hal-hal berikut sanggup terwujud:
    - Anak menyimak bacaan pengajar sehingga bisa menirukan setiap harakat huruf, ketika berhenti ketika waqaf pada kawasan –tempat berhenti serta cara mengucapkan abjad per abjad secara benar.
    - Hati anak menjadi khusyu’, tenang, dan menghormati bacaan Al Alquran ketika mendengarkannya.Melatih anak membaca Al-Quran eksklusif dari mushaf. Di samping itu juga memperkenalkan kepadanya gejala waqaf dan istilah-istilah untuk memperbaiki bacaan pada setiap ayat seperti, mad, idgham, sukun, menebalkan abjad qalqalah, memperjelas makhraj (tempat keluarnya) setiap huruf, hamzah washal, hamzah qatha’ dan lain sebagainya.
  • Sebelum pengajar membacakan surat, ia memulai dengan pembicaraan ringan yang mengakibatkan anak semangat mempelajari surat tersebut dan memahami maknanya.
  • Memperdengarkan bacaan Al Alquran pada indera pendengaran anak dengan bacaan yang khusyu’ lebih dari satu kali.
  • Anak diminta membaca surat itu sepenggal –penggal secara bahu-membahu lebih dari satu kali
  • Sementara itu sang pengajar membenarkan kesalahan-kesalahan yang terjadi pada anak ketika membaca Al Quran.
  • Pengajar menyuruh beberapa anak mengulangi surat yang sudah dibacakan secara bersamaan. Kemudian menyuruh beberapa anak yang lain dan seterusnya.
  • Setelah itu pengajar menyuruh anak satu per satu membaca Al Quran, pengajar menyuruh salah seorang anak untuk membaca Al Alquran sehabis ia memberi pola bacaannya. Kemudian meminta anak lainnya melaksanakan hal serupa, dan seterusnya.
  • Pengajar hendaknya mendiskusikan makna surat kepada anak dengan menawarkan pertanyaan ringan. Hingga pengajar benar-benar mengetahui bahwa seluruh anak sudah memahami makna surat dengan baik.
  • Pengajar Al-Quran harus menanamkan dalam jiwa anak bahwa mempelajari Al-Quran ialah ibadah. Allah ta’ala memberikan pahala yang sangat besar.
  • Pengajar harus mempunyai sasaran pada pertemuan itu anak harus mengulangi ayat-ayat yang diajarkan dengan membacanya berkali-kali.
  • Harus diperhatikan oleh pengajar yaitu membenarkan bacaan anak supaya jangan hingga salah sedikitpun. Karena yang sedikit itu akan dibawa hingga cerdik balig cukup akal kalau tidak dibetulkan.
  • Menjadi catatan untuk pengajar bahwa anak difahamkan dengan makna ayat-ayat yang dia pelajari dengan pemahaman sederhana, sesuai tingkatan akalnya.
Dalam mengajar tentu saja niscaya ada hambatan-hambatan, maka hendaklah selalu berdo’a kepada Allah supaya diberi kesabaran dan keteguhan niat. Karena terkadang dikarenakan hambatan-hambatan yang ada, seorang pengajar menjadi putus asa. http://www.erickgirimukti.com/search?q=12/47655/tips-agar-anak-hafal-al-quran/#axzz37o5DcQ3i" target="_blank">Sumber
=====

Melatih Anak Agar Praktis Menghafal Al-Qur'an

Sebaik-baik orang diantara kalian ialah orang yang mempelajari Al-Qur’an dan mengajarkannya.” (HR. Bukhari).
Mengapa kita perlu mengajarkan Al-Qur’an dan mendorong bawah umur untuk menghafal Al-Qur’an?
  • untuk mendapat ridho Allah
  • untuk mendapat ketenangan hidup
  • karena Al Qur’an akan menjadi penolong (syafa’at) bagi para penghafalnya
  • penghafal Al-Qur’an sanggup menawarkan syafaat bagi keluarganya
  • mendapatkan banyak kemuliaan dan pahala yang berlimpah
Prinsip-prinsip mengajarkan Al-Qur’an:
  1. Tidak boleh memaksa anak ( kecuali dengan alasan, misalkan tabiat anak ‘pemalas’ )
  2. Lakukan acara dengan cara menyenangkan
  3. Dimulai dari ayat-ayat yang gampang difahami
  4. Keteladanan dan motivasi
Kunci keberhasilan mengajarkan anak untuk menghafal Al-Qur’an:
  • Suasana senang dan membahagiakan akan membantu anak untuk mengingat hafalannya dalam waktu yang lama, dengan demikian anak akan berinteraksi dengan Al-Qur’an dengan perasaan cinta dan keterikatan terhadap Al-Qur’an.
  • Berulang dan kontinyu
Cara memelihara dan mengembangkan memori anak:
  1. Ajari anak untuk fokus dan perhatian pada pendidiknya
  2. Faktor masakan ialah penentu untuk terpelihara kemampuan memori itu bekerja (zat-zat adiktif yang terdapat dalam makanan, perlahan tapi niscaya akan merusak daya ingat anak-anak)
  3. Memberi klarifikasi pada bawah umur atas nilai-nilai yang terkandung dalam bacaan yang dihafalnya, maka memori akan bekerja lebih eksis
  4. Menghormati waktu bermain dan waktu istirahat anak
  5. Jauhkan unsur-unsur yang sanggup mengancam psikologi bawah umur ; celaan dan tekanan
  6. Ciptakan motivasi-motivasi semoga anak cenderung menyukai aktifitas menghafal
Waktu-waktu yang sempurna untuk mengajarkan anak menghafal Al-Qur’an:
  • Tidak mengantuk
  • Tidak letih / kelelahan
  • Tidak kekenyangan atau sebaliknya, tidak sedang kelaparan
  • Tidak dalam keadaan capek belajar
  • Tidak sedang bermain
  • Tidak dalam keadaan sakit / bad mood
Yang perlu diperhatikan wacana talenta anak dalam menghafal:
  • Kenali talenta bawah umur dan hargai minat mereka.
  • Fahami keterbatasan daya ingat anak alasannya tiap anak itu beda kemampuannya
  • Kenali bawah umur yang mempunyai kesulitan dalam berguru dan berinteraksi
TEKNIS PENGAJARAN
1. Bayi ( 0-2 tahun )
  • Bacakan Al-Qur’an dari surat Al-Fatihah
  • Tiap hari 4 kali waktu ( pagi, siang, sore, malam )
  • Tiap 1 waktu satu surat diulang 3x
  • Setelah hari ke-5 ganti surat An-Nas dengan metode yang sama
  • Tiap 1 waktu surat yang lain-lain diulang 1x
2. Di atas 2 tahun
  • Metode sama dengan teknik pengajaran bayi. Jika kemampuan mengucapkan kurang, maka tambah waktu menghafalnya, misal dari 5 hari menjadi 7 hari.
  • Sering dengarkan murottal.
3. Di atas 4 tahun
  • Mulai atur konsentrasi dan waktu untuk menghafal serius
  • Ajari muroja’ah sendiri
  • Ajari mengahfal sendiri
  • Selalu dimotivasi supaya semangat selalu terjaga
  • Waktu menghafal 3-4x per hari
CARA MENJAGA HAFALAN
  • Mengulang-ulang secara teratur
  • Mendengarkan murottal
  • Mentadabburi dan menghayati makna
  • Menjauhi maksiat
Sumber
=====

Telah kita ketahui betapa besar pahala mengajarkan Al-Quran, sebagaimana hadits berikut:
عن عثمان بن عفّان رضي الله عنه عنِ النبيِّ صلى الله عليه و سلّم قال : خيركم من تعلّم القرآن و علّمه
Dari ‘Utsman radhiyallahu’anhu, dari Nabi shallallahu’alaihi wasallam bersabda, “Sebaik-baik kalian ialah yang berguru Al Alquran dan mengajarkannya.” (HR Bukhari no.5027)
Dalam hadits ini tidak ada pembatasan usia wacana usia berapa kita berguru dan siapakah orang yang kita ajari. Maka kita mengajarkan Al Alquran kepada anak juga termasuk kedalam cakupan hadits ini. Namun demikian, tidak semua perempuan sanggup mengajarkan Al Alquran kepada anak (baik anak kandung atau selainnya) dengan baik.
Mengingat begitu besarnya keutamaan mengajarkan Al Quran, saya ingin membuatkan tips kepada para pembaca sekalian yang saya ambil dari buku Kurikulum Pendidikan Anak Muslim yang ditulis oleh Syaikh Fuhaim Musthafa.
  • Sebelum pengajar mulai membacakan surat, ia harus mengingatkan anak semoga memusatkan perhatiannya terhadap apa yang akan dibacakan. Yang demikian itu supaya hal-hal berikut sanggup terwujud:
    - Anak menyimak bacaan pengajar sehingga bisa menirukan setiap harakat huruf, ketika berhenti ketika waqaf pada kawasan –tempat berhenti serta cara mengucapkan abjad per abjad secara benar.
    - Hati anak menjadi khusyu’, tenang, dan menghormati bacaan Al Alquran ketika mendengarkannya.Melatih anak membaca Al-Quran eksklusif dari mushaf. Di samping itu juga memperkenalkan kepadanya gejala waqaf dan istilah-istilah untuk memperbaiki bacaan pada setiap ayat seperti, mad, idgham, sukun, menebalkan abjad qalqalah, memperjelas makhraj (tempat keluarnya) setiap huruf, hamzah washal, hamzah qatha’ dan lain sebagainya.
  • Sebelum pengajar membacakan surat, ia memulai dengan pembicaraan ringan yang mengakibatkan anak semangat mempelajari surat tersebut dan memahami maknanya.
  • Memperdengarkan bacaan Al Alquran pada indera pendengaran anak dengan bacaan yang khusyu’ lebih dari satu kali.
  • Anak diminta membaca surat itu sepenggal –penggal secara bahu-membahu lebih dari satu kali
  • Sementara itu sang pengajar membenarkan kesalahan-kesalahan yang terjadi pada anak ketika membaca Al Quran.
  • Pengajar menyuruh beberapa anak mengulangi surat yang sudah dibacakan secara bersamaan. Kemudian menyuruh beberapa anak yang lain dan seterusnya.
  • Setelah itu pengajar menyuruh anak satu per satu membaca Al Quran, pengajar menyuruh salah seorang anak untuk membaca Al Alquran sehabis ia memberi pola bacaannya. Kemudian meminta anak lainnya melaksanakan hal serupa, dan seterusnya.
  • Pengajar hendaknya mendiskusikan makna surat kepada anak dengan menawarkan pertanyaan ringan. Hingga pengajar benar-benar mengetahui bahwa seluruh anak sudah memahami makna surat dengan baik.
  • Pengajar Al-Quran harus menanamkan dalam jiwa anak bahwa mempelajari Al-Quran ialah ibadah. Allah ta’ala memberikan pahala yang sangat besar.
  • Pengajar harus mempunyai sasaran pada pertemuan itu anak harus mengulangi ayat-ayat yang diajarkan dengan membacanya berkali-kali.
  • Harus diperhatikan oleh pengajar yaitu membenarkan bacaan anak supaya jangan hingga salah sedikitpun. Karena yang sedikit itu akan dibawa hingga cerdik balig cukup akal kalau tidak dibetulkan.
  • Menjadi catatan untuk pengajar bahwa anak difahamkan dengan makna ayat-ayat yang dia pelajari dengan pemahaman sederhana, sesuai tingkatan akalnya.
Dalam mengajar tentu saja niscaya ada hambatan-hambatan, maka hendaklah selalu berdo’a kepada Allah supaya diberi kesabaran dan keteguhan niat. Karena terkadang dikarenakan hambatan-hambatan yang ada, seorang pengajar menjadi putus asa. http://www.rumahbunda.com/education/melatih-anak-cepat-menghafal-al-quran/
Akan tetapi saya mau menambahkan kiat praktis lagi lah yang insyaAlloh berkhasiat dan mungkin belum ada di situs manapun
1. Secara umum, kalau kita ingin memfokuskan untuk menanamkan kegemaran menghafal Al-Qur’an tanpa teralih ke hal lain ya sebagai ortu, kita harus menyingkirkan sarana-sarana yang mengalihkan perhatian tersebut, seperti:
a. TV, alat ini sangat memegang peranan penting dalam memperburuk moral anak
b. Video game, tau sendiri lah kayak apa kalo anak sudah kecanduan main game
c. Banyak keluar rumah, apalagi kalo temen-temennya jelek , gak pernah ngaji, nonton TV atau ngegame. Makara ya, ortu harus membatasi anak untuk bermain keluar rumah.
2. Untuk anak di atas 3 atau 4 tahun dimana anak sudah sanggup diajak berpikir, mungkin kreativitas ortu untuk menanamkan kegemaran anak menghafal lebih mudah, misalnya:
a. Memberikan contoh pada anak, bahwa kita juga selalu menyisihkan waktu khusus untuk menghafal Al-Quran, contohnya sehabis Shubuh, Maghrib, atau Isya (silahkan dipilih sendiri mana yang sempet). Kita juga menunjukkan pada anak bahwa kita sering membaca Al-Qur’an, walaupun cuma berdasar hafalan. Tentu waktunya bisa kapan saja, kan gak harus bersuci dulu
b. Menjanjikan hadiah pada anak kalau sudah hafal juz atau surat tertentu. Makara ada targetnya, misalnya: nak, kalo kau hafal Al-Mulk, Abi beliin mainan, apalagi kalo bisa hafal dalam 1 bulan, abi beliin 2 deh
c. Sering berbicara kepada anak dengan menyebut dalil-dalil dalam Al-Qur’an, kalo bisa tentunya, misalnya: Kita sedang di pasar bersama anak kita, kita nasihati jangan berbuat curang kalo kita jualan, biar nanti gak celaka, bacain deh surat Al-Muthoffifin, dst
d. Kalo anak kita bisa mendengar bacaan kita pas sholat malam, alangkah bagusnya untuk memurojaah hafalan kita pada ketika tersebut, jadi kalo ada tempat, kita sholat malamnya di samping kawasan tidurnya anak, gitu (masalah ini diadaptasi dengan manfaat dan mudhorot juga, tergantung keadaan kita masing-masing)
e. Jangan menciptakan stress berat kepada anak wacana kegagalannya, contohnya kita memarahi secara berlebihan akan ketidakbisaan anak mencapai sasaran hafalannya
f. Oh iya hampir lupa, pada ketika si anak belum bisa baca Al-Qur’an, mengajari hafalan kepada anak jangan terlalu keras dalam membenarkan tajwid anak, yang penting bisa hafal saja dulu, makhroj abjad belakangan kita perbaiki sambil terus mengajarkan cara membaca Al-Qur’an yang benar. Dalam tahap ini tentu pengajaran hafalan hanya berdasar dikte dari ortu saja, belum membaca sendiri. Baru sehabis si anak bisa membaca Al-Quran, tentu kita suruh mereka menghafal dari apa yang mereka baca. Dalam tahap ini, optimalisasi sasaran hafalan dan derma hadiah bisa diterapkan.
f. dll, insyaAlloh masing banyak cara lain yang bisa kita gunakan kepada anak yang sudah bisa berpikir.
3. Untuk anak kurang dari tahun, ini yang penting untuk kita bahas. Bisa ditempuh cara-cara berikut ini. Sebagai ortu, kita harus sering memperdengarkan bacaan Al-Quran kepada anak dengan cara yang bermacam-macam yang disukai anak, misal: menciptakan video murottal yang berisi macem-macem binatang yang audionya ialah pembacaan murottal dari Qori’ internasional, misalnya: M. Thoha Al-Junayd, Sudays, Syuraim, Misyari Rasyid, dll. Langkah-langkahnya sebagai berikut:
a. Download video hewan dari internet
b. Diedit: dihilangkan suaranya, diringkas (setiap satu shot/satu gerakan binatang tertentu kira-kira 5 detik aja, jangan lama-lama, semoga tidak membosankan)
c. Gabungkanlah video-video tersebut dengan file audio murottal, bisa ditambahkan judul surat di halaman muka, dengan software gratis, contohnya movie maker. Bisa membutuhkan puluhan file video lho untuk satu surat yang agak panjang di juz 29.
d. Jangan monoton memakai satu qori, semoga tidak membosankan. Misal, untuk Juz 29 kita gunakan M. Thoha, untuk Juz 28 kita gunakan Misyari Rasyid, untuk Juz 30 kita gunakan Sudays-Syuraim, dst.
Pekerjaan ini memang melelahkan sih, tapi insyaAlloh anak kecil suka lho. Bisa jadi mereka menghabiskan waktu usang di depan komputer untuk melihat video binatang sekaligus mendengarkan murottal, dan kalo videonya banyak, maka bosannya pun akan lama.

Perhatian (tambahan penjelasan)
- jangan terlalu banyak menciptakan video, bisa dibatasi kita buat 3 juz aja, 28, 29, 30. Jadi, sebelum mereka bisa membaca Al-Quran, kita tanamkan bacaan ketiga juz ini dengan sering-sering memperdengarkannya. Kalo kita bikinnya banyak, malah jadi tidak fokus kan, kita mau menanamkan hafalan surat/juz yang mana dulu
- download lah file video dengan kualitas yang tidak mengecewakan bagus, semoga lezat ditonton, minimal ya 480 p lah jangan yang dibawah itu, kalo kita bisa mendapat yang kualitas HD, tentu lebih bagus
- gak rugi kok insyaAlloh menciptakan video tersebut, apalagi kalo anak kita banyak, satu anak bosen, anak yang selanjutnya bisa nonton lagi, dst. tentu di rumah kita jadi sering diperdengarkan lantunan murottal.
Yang sangat penting juga, jangan lupa berdoa kepada Alloh semoga menawarkan hafalan Al-Quran kepada bawah umur kita.
Terakhir, tonton video-video di situs ini deh, insyaAlloh akan menambah semangat untuk mengajarkan hafalan pada anak kita: http://ummiummi.com/29-video-anak-penghafal-al-quran.

Tambahan lagi, untuk orang cerdik balig cukup akal yang malas menghafal dan ingatannya lemah, baca ini deh:
Menghafal Al-Qur’an dengan Cara “Santai” (Cocok untuk Orang yang Malas dan Ingatannya Lemah)


Semoga bermanfaat. Semoga Sholawat dan Salam selalu tercurah kepada Nabi kita Muhammad berserta keluarganya, sahabatnya, dan orang-orang yang mengikutinya dengan baik hingga hari kiamat.
Wallohu A’lam bishshowab

Jakarta, 30 Dzulqo’idah 1433 H / 16 Oktober 2012
Al-faqir ilaa maghfiroti Robbiy, Abu Muhammad

Download dalam bentuk pdf artikel: TIPS MENANAMKAN KEGEMARAN MENGHAFAL AL-QUR’AN PADA ANAK
Sumber
=====


Sumber http://www.referensidunia.blogspot.com

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Tips / Cara Melatih Anak Menghafal Al-Qur'an"

Posting Komentar