Loading...

Sholat Sunnah Taubat

Loading...

Shalat Sunnah Taubat : Kehebatan Dalam Menghapus Maksiat dan Dosa Manusia

Shalat Taubat yaitu shalat sunnat yang dilakukan seorang muslim ketika ingin bertobat terhadap kesalahan yang pernah ia lakukan. Shalat taubat dilaksanakan dua raka’at dengan waktu yang bebas kecuali pada waktu yang diharamkan untuk melaksanakan shalat (lihat pada shalat sunnat). Shalat yang dikerjakan oleh seseorang disebabkan meratapi perbuatan maksiat (dosa) dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya lagi.

Dari Ali -radhiallahu anhu- dari Rasulullah -shallallahu alaihi wasallam- bersabda, “Tidaklah seseorang melaksanakan perbuatan dosa kemudian di bangun dan bersuci, kemudian mengerjakan shalat, dan sehabis itu memohon ampunan kepada Allah melainkan Allah akan menunjukkan ampunan kepadanya.” (HR. At-Tirmizi, Abu Dawud dan Ibnu Majah, serta dishahihkan oleh Asy-Syaikh Albani dalam Shahih Sunan At-Tirmizi I/128)

Hadits di atas dijadikan dalil oleh para ulama akan adanya shalat sunnah taubat, sebagaimana yang disebutkan oleh Asy-Syaikh Muhammad bin Umar Bazmul dalam kitabnya Bughyatul Muthathawwi’ fii Shalat at-Tatawwu’.

Dan hadits ini juga didukung oleh keumuman firman Allah Ta’ala, “Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri mereka sendiri mereka ingat akan Allah, kemudian memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang sanggup mengampuni dosa selain dari pada Allah. Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui.” (QS. Ali Imran : 135)

Sesungguhnya termasuk rahmat Allah subhanahu wa ta’ala terhadap umat ini yaitu terbukanya pintu taubat untuknya. Pembukaan pintu taubat ini tidak akan terputus sehingga roh telah hingga di tenggorokan atau matahari terbit dari barat. Dan termasuk rahmat-Nya pula terhadap umat ini yaitu disyariatkannya sebuah ibadah yang sangat agung, yang dengannya seorang hamba bertawassul kepada Rabb-Nya dengan berharap diterima taubatnya. Ibadah tersebut yaitu shalat taubat.

Berikut ini sebagian permasalahan berkenaan dengan shalat tersebut.
  1. Disyari’atkannya Shalat Taubah
    Ahli ilmu telah bersepakat adanya shlat taubat dalam syari;at ini. Diriwayatkan dari Abu Bakar radhyiallahu’anhu bahwa dia telah berkata: “Aku mendengar Rasulullah shallahu’alaihi wa sallam bersabda:

    “Tidak ada seorang hamba yang berbuat suatu dosa, kemudian membaguskan wudhunya, kemudian berdiri shalat dua rakaat, kemudian beristighfar (memohon ampun) kepada Allah kecuali Allah niscaya mengampuninya. “Kemudian ia membaca ayat: “Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, kemudian memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang sanggup mengampuni dosa selain dari pada Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui.” (Ali Imran:35)” (Riwayat. Abu Dawud (1521), dishahihkan oleh al-Albani dalam shahih Abu Dawud (4/21))

    Dari Abu Darda radhyiallahu’anhu dia berkata: Aku mendengar Rasulullah shallahu’alahi wa sallam bersabda:

    “Barangsiapa berwidhu’, kemudian membaguskan waudhu’nya, kemudian dia berdiri shalat dua rakaat atau empat rakaat, pada kedua rakaat itu dia memperbagus dzikir dan khusyu’nya, kemudian dia beristighfar (memohon ampun) kepada Allah subhanahu wa ta’ala, maka Allah niscaya mengampuninya. “(Riwayat. Ahmad (26997), disebutkan oleh al-Albani dalam silsilah Al-Ahadist as-Shaihah (3398))
  2. Sebab Shalat Taubat
    Sebab shalat taubat yaitu terjerumusnya seorang muslim ke dalam perbuatan maksiat, apakah maksiat besar atau maksiat kecil. Maka wajib atasnya untuk segera bertaubat darinya, dan disunnahkan baginya untuk melaksanakan dua rakaat ini. Saat bertaubat dia harus melaksanakan amal shalih, yang diantaranya yaitu shalat taubah ini dengan tujuan mendekatkan diri kepada Allah subhanahu wa ta’ala, dan mendapatkan keutamaannya. Menghadap Allah subhanahu wa ta’ala dengan washilah shalat ini diperlukan Allah subhanahu wa ta’ala mendapatkan taubat dan mengampuni dosanya.
  3. Waktu Pelaksanaan Shalat Taubat
    Pelaksanaan shalat ini sunnah dilakukan ketika seorang muslim berkeinginan berpengaruh untuk bertaubat dari sebuah dosa yang telah dikerjakannya. Apakah segera sehabis terjerumus melaksanakan maksiat ataukah sehabis itu.

Orang yang telah berbuat dosa harus segera bertaubat, akan tetapi kalau ia menunda taubat maka taubatnya pun diterima karena Allah, dikarenakan taubat tetap akan diterima selagi salah satu dari penghalang taubat berikut ini belum terjadi:
  1.  Jika roh telah hingga ke kerongkongan, Rasulllah shallahu’alaihi wa sallam bersabda:
    “Sesungguhnya Allah akan mendapatkan taubatnya seorang hamba selagi belum sekarang.” (dihasankan oleh al-Albani dalam Shahih at-Turmudzi (3537))
  2.  Jika matahari telah terbit dari arah barat. Nabi shallahu’alaihi wa sallam bersabda:
    “Barangsiapa bertaubat sebelum matahari terbut dari arah terbenamnya maka Allah mendapatkan taubatnya.” (Riwayat. Muslim (2703))
    Shalat ini disyariatkan pada setiap waktu, termasuk pada waktu-waktu terlarang (seperti, sehabis shalat Ashar), dikarenakan shalat taubat ini termasuk shalat yang mempunyai sebab, maka di syariatkan ketika adanya suatu sebab.
    Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah berkata: “Semua ibadah yang memilki alasannya yaitu akan lepas (hilang) kalau diakhirkan atau ditunda hingga berakhirnya waktu larangan, mirip sujud tilawah, tahiyatul masjid, shalat kusuf, shalat sehabis wudhu’ mirip pada hadist Bilal rahimahullah, demikian pula shalat istikharah akan lepas kalau orang yang akan beristikharah mengakhirkannya, juga shalat taubat, kalau seorag berbuat dosa, maka ia wajib segera bertaubat, yaitu disunnahkan baginya untuk shalat dua rakaat, kemudian bertaubat sebagaimana yang disebtkan dalam hadist Abu Bakar as-Shiddiq…” (Majmu’ Fatawa (23/215))
Sifat Shalat Taubah
  • Shalat taubah terdiri dari dua rakaat, sebagaimana pada hadist Abu Bakar as-Shiddiq rahimahullah. Shalat ini disyariatkan bagi orang yang bertaubat secara sendirian, dikarenakan shalat ini termasuk shalat nafilah yang tidak disyariatkan dikerjakan dalam berjamaah. Setelah itu disunnahkan baginya untuk beristighfar (memohon ampun) kepada Allah subhanahu wa ta’ala berdasarkan hadist Abu Bakar rahimahullah.
  • Dan tidak pernah diriwayatkan dari Nabi shalalhu’alaihi wa sallam bahwa ia shalallahu’alaihi wa sallam menganjurkan bacaan tertentu pada dua rakaat ini. Maka hendaknya membaca apa saja yang dikehendakinya.
  • Disunnahkan bagi orang yang bertaubat dengan shalat ini untuk bersngguh-sungguh dalam melaksanakan amal shalih, berdasarkan firman Allah subhanahu wa ta’ala yang artinya:
    “Dan sesungguhnya Aku Maha Pengampun bagi orang yang bertaubat, beriman, bersedekah saleh, kemudian tetap di jalan yang benar.” (Thaha: 82)
  • Diantara amal shalih yang paling utama diamalkan oleh orang yang bertaubat yaitu bershadaqah, dikarenakan shadaqah yaitu termasuk alasannya yaitu terbesar untuk dihapuskannya dosa-dosa. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman yang artinya:
    “Jika kau menampakkan sedekah (mu), maka itu adalh baik sekali, dan kalau kau menyembuknyikannya dan kau berikan kepada orang-orang fakir, maka menyembunyikan itu lebih baik bagimu, dan Allah akan menghapuskan dari kau sebagian kesalahan-kesalahanmu.” (Al-Baqarah: 271)
  • Dan telah tetap dari ka’ab bin malik radhiyallahu’anhu bahwa dia berkata ketika Allah mendapatkan taubatnya: “Wahai Rasulullah, sesungguhnya termasuk taubatku, saya akan menanggalkan (seluruh) hartaku sebagai shadaqah untuk Allah dan Rasul-Nya. ” maka Rasulullah shalallhu’alaihi wa sallam bersabda:
    “Pertahankan sebagian hartamu, itu lebih baik bagi dirimu. “maka dia berkata: “Sesungguhnya saya tahan bagianku pada perang khaibar.” (Muttafaqun’alaihi)
     

=====

Shalat taubat (bahasa Arab, صلاة التوبة أو سلاة التوابين) yaitu shalat sunnah dua rakaat yang dilakukan sebagai salah satu cara untuk bertobat memohon ampun pada Allah atas dosa dan kesalahan yang telah dilakukan. Kesalahan itu tidak harus berupa perbuatan yang diharamkan, tapi juga sanggup berbentuk perbuatan yang makruh. Hukum shalat taubah yaitu sunnah berdasarkan pada hadits, atsar Sahabat dan pendapat empat madzhab fiqih Syafi'i, Maliki, Hanafi, Hanbali. Shalat tobat disebut juga dengan shalat istighfar atau shalat minta ampun (Arab, صلاة الإستغفار)

DALIL SHALAT TAUBAT

Hadits sahih riwayat Tirmidzi, Abu Dawud, dan Ahmad dalam Musnad .

مَا مِنْ عَبْدٍ يُذْنِبُ ذَنْبًا فَيُحْسِنُ الطُّهُورَ ، ثُمَّ يَقُومُ فَيُصَلِّي رَكْعَتَيْنِ ، ثُمَّ يَسْتَغْفِرُ اللهَ إِلَّا غَفَرَ اللَّهُ لَهُ
Artinya: Tidaklah seorang hamba berbuat satu dosa, kemudian ia bersuci dengan baik, kemudian berdiri untuk shalat dua rakaat, kemudian memohon ampun kepada Allah, melainkan Allah akan mengampuni dosanya.

Kemudian Nabi membaca surat Ali Imron 3:135

،ثم قرأ هذه الآية: [وَالَّذِينَ إِذَا فَعَلُوا فَاحِشَةً أَوْ ظَلَمُوا أَنْفُسَهُمْ ذَكَرُوا اللَّهَ فَاسْتَغْفَرُوا لِذُنُوبِهِمْ وَمَنْ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا اللَّهُ وَلَمْ يُصِرُّوا عَلَى مَا فَعَلُوا وَهُمْ يَعْلَمُونَ
Artinya: Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, kemudian memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang sanggup mengampuni dosa selain daripada Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui.

Hadits Nabi riwayat Ibnu Hibban, Hakim dan Tabrani dalam Al-Ausath

وقال صلى الله عليه وسلم لمعاذ: إذا أسأت فأحسن.

Artinya: Nabi berkata pada Muadz: Apabila engkau berbuat dosa, maka berbuatlah kebaikan (sebagai bentuk taubat).

Sebuah atsar Sahabat yang sahih riwayat Abdurrazzaq dan Abu Ya'la Al-Mushili mengisahkan sikap generasi salaf yaitu Sahabat dan Tabi'in di mana banyak dari mereka yang sering melaksanakan shalat taubat berdasarkan riwayat dari Abdul Aziz bin Abu Rawwad dari Nafi' dari Ibnu Umar, ia berkata:

كَانَ إِذَا شَهِدَ الْعِشَاءَ الآخِرَةَ مَعَ النَّاسِ صَلَّى رَكَعَاتٍ، ثُمَّ نَامَ، وَإِذَا لَمْ يَشْهَدْهَا فِي جَمَاعَةٍ، أَحْيَا لَيْلَةً، قَالَ: أَخْبَرَنِي بَعْضُ أَهْلِ مَعْمَرٍ، أَنَّهُ كَانَ يَفْعَلُهُ، فَحَدَّثْتُ بِهِ مَعْمَرًا، قَالَ: كَانَ أَيُّوبُ يَفْعَلُهُ

Artinya: Apabila Ibnu Umar shalat Isya' berjamaah, maka dia shalat beberapa rakaat, kemudian tidur. Apabila tidak shalat berjamaah, maka ia bangun malam dan ia berkata: Telah menceritakan padaku sebagian andal Ma'mar, bahwa dia melaksanakan itu (shalat taubat), kemudian saya ceritakan pada Ma'mar dan ia berkata: Ayyub juga melakukannya.

Dari Atsar ini sanggup disimpulkan bahwa mereka para Sahabat yakni Ibnu Umar, Ma'mar dan Ayyub As-Sakhtiyani - melaksanakan shalat Taubat secara terus menerus setiap hari.


HUKUM SHOLAT TAUBAH

Hukum shalat taubat yaitu sunnah berdasarkan empat madzhab fiqih yaitu mazhab Maliki, Hanafi, Syafi'i dan Hanbali berdasarkan pada hadits sahih riwayat Tirmidzi di atas. Hadits terserbut bermakna bahwa apabila seorang muslim melaksanakan dosa dan hendak bertaubat dari dosanya itu maka sunnah baginya untuk melaksanakan shalat sunnah dua rakaat dan melaksanakan taubat dari dosanya pada Allah Taala.

Termasuk dari bertaubat yaitu taubat dari melaksanakan masalah makruh dan melewati batas yang tidak menapai tingkat perbuatan yang haram.


SYARAT DAN TATA CARA SHALAT TAUBAT

Sebagaimana setiap shalat, syarat pertama yaitu mushalli (orang yang shalat) harus suci dari hadats kecil dan besar. Kalau belum hendaknya mandi junub dan berwudhu terlebih dahulu.

Setelah itu, lakukan shalat 2 raka'at.

- Shalat hendaknya dilakukan sendirian, bukan berjamaah karena ia termasuk shalat sunnah yang tidak dilakukan secara berjamaah.

- Dan sehabis shalat disunnahkan membaca istighfar, memohon ampun pada Allah.

- Bacaan ketika shalat selain Al-Fatihah boleh membaca bacaan atau surah apa saja. Tidak ada ketentuan khusus. Namun umumnya surah yang dibaca sehabis Fatihah yaitu Al-Kafirun pada rokaat pertama dan Al-Ikhlas pada rokaat kedua.

- Disarankan bersamaan dengan shalat taubat ini semoga melaksanakan amal kebaikan berdasarkan firman Allah QS Thaha ayat 82 وَإِنِّي لَغَفَّارٌ لِمَنْ تَابَ وَآَمَنَ وَعَمِلَ صَالِحًا ثُمَّ اهْتَدَى. Artinya: Dan sesungguhnya Aku Maha Pengampun bagi orang yang bertaubat, beriman, bersedekah saleh, kemudian tetap di jalan yang benar.

- Amal kebaikan paling utama yang dilakukan seorang yang bertaubat yaitu sedekah. Karena sadaqah itu termasuk dari alasannya yaitu terbesar yang sanggup menghapus dosa. Allah berfirman dalam QS Al-Baqarah 2:271

إِنْ تُبْدُوا الصَّدَقَاتِ فَنِعِمَّا هِيَ وَإِنْ تُخْفُوهَا وَتُؤْتُوهَا الْفُقَرَاءَ فَهُوَ خَيْرٌ لَكُمْ وَيُكَفِّرُ عَنْكُمْ مِنْ سَيِّئَاتِكُمْ

Artinya: Jika kau menampakkan sedekah(mu), maka itu yaitu baik sekali. Dan kalau kau menyembunyikannya dan kau berikan kepada orang-orang fakir, maka menyembunyikan itu lebih baik bagimu. Dan Allah akan menghapuskan dari kau sebagian kesalahan-kesalahanmu; dan Allah mengetahui apa yang kau kerjakan.


NIAT SHALAT TAUBAT

Niat shalat taubat yaitu sebagai berikut:

أصلي سنة التوبة ركعتين لله تعالي

Teks latin: Ushalli sunnatat Taubati rokaataini lillahi taala

Artinya: Saya niat shalat sunnah taubat dua rokaat karena Allah.


BACAAN SHALAT TAUBAT

Rakaat pertama: Membaca Al-Fatihah dan Surat Al-Kafirun
Rakaat kedua: membaca Al-Fatihah dan Surat Al-Ikhlas.


DOA DAN BACAAN SETELAH SHALAT TAUBAT

Setelah salam, kemudian membaca istighfar 100 kali اَسْتَغْفِرُاللهَ الْعَظِيْمِ

Setelah istighfar, baca doa dibawah ini:

اَللَّهُمَّ اِنِّى اَسْاَلُكَ تَوْ فِيْقَ اَهْلِ الْهُدَى وَاَعْمَالَ اَهْلِ التَّوْبَةِ وَعَزْمَ اَهْلِ الصَّبْرِ وَجِدَّ اَهْلِ الْخَشْيَةِ وَطَلَبَ اَهْلِ الرَّ غْبَةِ وَتَعَبُّدَ اَهْلِ الْوَرَعِ وَعِرْفَانَ اَهْلِ الْعِلْمِ حَتَّى اَخَافَكَ . اَللَّهُمَّ اِنِّى اَسْاَلُكَ مَخَا فَةً تَحْجُزُ نِى عَنْ مَعَاصِيْكَ حَتَّى اَعْمَلَ بِطَا عَتِكَ عَمَلاً اَسْتَحِقُّ بِهِ رِضَاكَ حَتَّى اُنَا صِحَكَ فِىالتَّوْ بَةِ خَوْ فًا مِنْكَ وَحَتَّى اَخْلِصَ لَكَ النَّصِيْحَةَ حُبًّا لَكَ وَحَتَّى اَتَوَ كَّلَ عَلَيْكَ فَ اْلاُمُوْرِ كُلِّهَاوَحُسْنَ ظَنٍّ بِكَ . سُبْحَانَ خَالِقِ نُوْرٍ

Artinya: Ya Alloh sesungguhnya hamba memohon kepada-Mu Taufiq(pertolongan)nya orang-orang yang mendapatkan petunjuk(hidayah),dan perbuatannya orang-orang yang bertaubat, dan impian orang-orang yang sabar, dan kesungguhan orang-orang yang takut, dan pencariannya orang-orang yang cinta, dan ibadahnya orang-orang yang menjauhkan diri dari dosa (wara’), dan ma’rifatnya orang-orang pintar sehingga hamba takut kepada-Mu. Ya Alloh sesungguhnya hamba memohon kepada-Mu rasa takut yang membentengi hamba dari durhaka kepada-Mu, sehingga hamba menunaikan keta’atan kepada-Mu yang berhak mendapatkan ridho-Mu sehingga hamba tulus kepada-Mu dalam bertaubat karena takut pada-Mu, dan sehingga hamba mengikhlaskan ketulusan untuk-Mu karena cinta kepada-Mu, dan sehingga hamba berserah diri kepada-Mu dalam semua urusan, dan hamba memohon baik sangka kepada-Mu. Maha suci Dzat Yang Menciptakan Cahaya.

WAKTU PELAKSANAAN SHALAT TAUBAT

Shalat taubat (tobat) termasuk dari shalat sunnah mutlak yang sanggup dilaksanakan kapan saja. Siang dan malam. Kecuali waktu yang dihentikan melaksanakan shalat sunnah.

Adapun waktu larangan shalat sunnah ada 5 (lima) sebagai berikut:

1. Dari terbit fajar kedua hingga terbit matahari.
2. Dari terbit matahari hingga matahari naik sepenggalah (قيد رمح).
3. Dari ketika matahari persis di tengah-tengah hingga condong.
4. Dari shalat ashar hingga karam matahari.
5. Menjelang karam matahari hingga karam sempurna.

Sumber
=====

Sebelum melangkah ke sholat taubat, berikut ini pesan dari Ustadz Arifin Ilham terkait Taubat

Assalaamu'alaikum Warahmatullaahi Wabarkaatuh

Sahabatku, inilah kiat-kiat taubat nashuha :

1. "Annadm" penyesalan atas ma'siyat yang pernah dilakukan bahkan perih hati dan gampang menangis kalau ingat masa lalu.

2. "Al i'tiqod" berjanji bersumpah untuk tidak pernah lagi mengulanginya, Allah Swt berfirman: Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau Menganiaya diri sendiri (melakukan dosa besar), mereka ingat akan Allah, kemudian memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang sanggup mengampuni dosa selain dari pada Allah? dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui. (QS Ali Imran : 135).

3. "Dawaamul istigfaar" terus menerus minta ampunan allah, Abu Bakar ash Shiddiq mohon kepada Rasulullah, “Ajarkanlah saya suatu do’a yang bisa saya panjatkan ketika munajat", maka Beliau Saw pun berkata, “Bacalah: ‘Allahumma innii zholamtu nafsii zhulman katsiiran wa laa yaghfirudz dzunuuba illaa anta faghfirlii maghfiratan min ‘indika warhamnii innaka antal ghafuurur rahiim, (Ya allah, sungguh saya telah menzhalimi diriku sendiri dengan kezhaliman yang banyak, sedangkan tidak ada yang sanggup mengampuni dosa-dosa kecuali hanya engkau, maka itu ampunilah saya dengan suatu pengampunan dari sisi-mu, dan rahmatilah aku. Sesungguhnya Engkau maha pengampun lagi maha penyayang", (HR Muttafaqun alaihi).

4. "Al kepercayaan bimagfirotihi", yakin sepenuh hati bahwa Allah maha pengampun dan maha mendapatkan taubat, "Katakanlah: “Hai hamba-hambaKu yang melampaui batas dalam perbuatan ma'siyat, janganlah kau berputus asa dari rahmat Allah, sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya, sesungguhnya Dia-lah yang maha pengampun lagi maha penyayang.” (QS Az Zumar : 53).

5. "Adzdzunuubu almatrukah" dosa yang Allah tidak ampuni hingga yang dizholiminya memaafkannya, mirip orang dipukul, dihina, difitnah, dipergunjing, kecuali yang dibunuh, maka keluarganya punya haq aturan untuk memaafkan atau menuntutnya, kalau tidak dilakukan maka tetap di darul abadi akan dibalas, segeralah mohon maaf pada orang-orang yang pernah kita zholimi.

6. "Iaadatul maal" mengembalikan harta hasil kezholiman kepada yang dizholimi, kalau tidak menjumpainya lagi maka berikan kepada andal warisnya, kalau tidak ada juga maka sedekahkan sejumlah hasil kezholiman itu, diniatkan atas nama orang yang dizholimi itu, mirip hasil korupsi, menipu, sogokan dan sebagainya, kalau tidak dilakukan ini Rasulullah mengecamnya, "Sungguh semua hasil kezholimannya akan digantungkan dilehernya walau sekecil jarum".

7. Shalat sunnah taubat yaitu shalat yang dianjurkan berdasarkan kesepakatan empat madzhab. “Tidaklah seorang hamba melaksanakan dosa kemudian ia berwudhu, kemudian berdiri untuk melaksanakan shalat dua raka’at, kemudian meminta ampun kepada Allah, kecuali Allah akan mengampuninya" (HR Tirmidji, Abu Daud, Ibnu Majah), kecuali yang berzina, dianjurkan sebelum sholat taubatnya mandi dulu.

8. Semuanya dilakukan dengan niat benar-benar ingin keridhoan Allah.

Subhanallah, sahabatku tercinta setiap menulis perihal taubat hatiku sesak karena saya amat sangat mohon kepada Allah semoga saya dan kalian sungguh-sungguh bertaubat, tidak main-main lagi dengan kehidupan sesaat ini...kabulkan doa kami ya Allah...Aamiin.

DALIL DASAR TAUBAT NASUHA
QS At-Tahrim
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا تُوبُوا إِلَى اللَّهِ تَوْبَةً نَصُوحًا عَسَى رَبُّكُمْ أَنْ يُكَفِّرَ عَنْكُمْ سَيِّئَاتِكُمْ وَيُدْخِلَكُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ
Artinya: Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubatan nasuhaa (taubat yang semurni-murninya). Mudah-mudahan Rabbmu akan menutupi kesalahan-kesalahanmu dan memasukkanmu ke dalam jannah yang mengalir di bawahnya sungai-sungai
QS Al-Baqarah 2:222
إِنَّ اللَّـهَ يُحِبُّ التَّوّٰبِينَ وَيُحِبُّ الْمُتَطَهِّرِينَ
Artinya: Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang taubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri.
QS Ali Imran 3: 133-134
وَسَارِعُوٓا۟ إِلَىٰ مَغْفِرَةٍ مِّن رَّبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمٰوٰتُ وَالْأَرْضُ أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِيالَّذِينَ يُنفِقُونَ فِى السَّرَّآءِ وَالضَّرَّآءِ وَالْكٰظِمِينَ الْغَيْظَ وَالْعَافِينَ عَنِ النَّاسِ ۗ وَاللَّـهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ وَالَّذِينَ إِذَا فَعَلُوا۟ فٰحِشَةً أَوْ ظَلَمُوٓا۟ أَنفُسَهُمْ ذَكَرُوا۟ اللَّـهَ فَاسْتَغْفَرُوا۟ لِذُنُوبِهِمْ وَمَن يَغْفِرُالذُّنُوبَ إِلَّااللَّـهُ وَلَمْ يُصِرُّوا۟ عَلَىٰ مَا فَعَلُوا۟ وَهُمْ يَعْلَمُونَ
Artinya: Bersegaralah kepada ampunan dari tuhanmu dan kepada nirwana yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa
yaitu orang-orang yang menafkahkan hartanya baik di waktu lapang maupun sempit dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan kesalahan orang dan Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.
Dan juga orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri mereka ingat akan Allah, kemudian memohon ampunan terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang sanggup mengampuni dosa selain daripada Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui.
(Quran Surah) QS An-Nisa' 4:17
إِنَّمَا التَّوْبَةُ عَلَى اللّهِ لِلَّذِينَ يَعْمَلُونَ السُّوَءَ بِجَهَالَةٍ ثُمَّ يَتُوبُونَ مِن قَرِيبٍ فَأُوْلَـئِكَ يَتُوبُ اللّهُ عَلَيْهِمْ وَكَانَ اللّهُ عَلِيماً حَكِيماً
Artinya: Sesungguhnya taubat di sisi Allah hanyalah taubat bagi orang-orang yang mengerjakan kejahatan karena kejahilan, yang kemudian mereka bertaubat dengan segera, maka mereka itulah yang diterima Allah taubatnya; dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.
Hadits diriwayatkan oleh Jamaah (sekelompok perawi hadits):
كلُّ بَني آدمَ خطَّاء، وخيرُ الخطَّائين التوَّابون
Artinya: Setiap anak Adam (cenderung) berbuat kesalahan. Dan sebaik-baik orang yang salah yaitu yang bertaubat.
(Quran Surah) QS At-Taubat 9:104
أَلَمْ يَعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ هُوَ يَقْبَلُ التَّوْبَةَ عَنْ عِبَادِهِ وَيَأْخُذُ الصَّدَقَاتِ وَأَنَّ اللَّهَ هُوَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ
Artinya: Tidaklah mereka mengetahui, bersama-sama Allah mendapatkan taubat dari hamba-hamba-Nya dan mendapatkan zakat dan bersama-sama Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang?
DEFINISI TAUBAT NASUHA
Taubat Nasuha yaitu bertaubat dari dosa yang diperbuat ketika ini dan menyesal atas dosa-dosa yang dilakukannya di masa kemudian dan berjanji untuk tidak melakukannya lagi di masa medatang. Apabila dosa atau kesalahan tersebut terhadap esama insan (haqqul adami), maka caranya yaitu dengan meminta maaf kepadanya.


SYARAT DAN TATA CARA TAUBAT NASUHA
Ada 2 (dua) tipe kesalahan yaitu salah kepada Allah dan salah kepada sesama manusia.

MENYANGKUT HAK ALLAH
Imam Nawawi menyampaikan bahwa ada 3 (tiga) syarat dalam melaksanakan taubat nasuha:
"قال العلماء: التوبة واجبةٌ من كلِّ ذنب؛ فإن كانت المعصيةُ بين العبد وبين الله - تعالى - لا تتعلَّق بحقِّ آدميٍّ، فلها ثلاثةُ شروط Kehebatan Dalam Menghapus Maksiat dan Dosa Manusia Sholat Sunnah Taubat أحدها): أن يُقلعَ عن المعصية.( والثاني): أن يَندمَ على فِعْلها.( والثالث): أن يَعزمَ على ألاَّ يعودَ إليها أبدًا.
Artinya: Ulama berkata, taubat (nasuha) itu wajib dilakukan oleh setiap muslim atas dosa yang dilakukan. Apabila maksiat itu di antara insan dan Allah--yang tidak bekerjasama dengan hak sesama insan (haqqul adami), maka ada 3 (tiga) syarat:
Pertama, meninggalkan sikap dosa itu sendiri
Kedua, meratapi perbuatan maksiat yang telah dilakukan.
Ketiga, berniat tidak melakukannya lagi selamanya.
Apabila tidak terpenuhi ketiga syarat di atas, maka tidak sah taubatnya.

TAUBAT MENYANGKUT HAK SESAMA MANUSIA
Pertama, meninggalkan sikap dosa itu sendiri
Kedua, meratapi perbuatan maksiat yang telah dilakukan.
Ketiga, berniat tidak melakukannya lagi selamanya.
Keempat, membebaskan diri dari hak insan yang dizalimi dg cara sbb:
(a) Apabila menyangkut harta dengan cara mengembalikan harta tersebut;
(b) Apabila menyangkut non-materi mirip pernah memfitnah, ngerasani (ghibah), dll
maka hendaknya meminta maaf kepada yang bersangkutan.
Bertaubat pada sebagian dosa tertentu yaitu sah pada dosa tersebut sedang dosa yang lain masih tetap demikian pendapat ahlul haq.
Selain itu, taubat nasuha hendaknya diiringi dengan amal perbuatan yang baik sebagai penebus dosa mirip memperbanyak infaq dan sedekah kepada fakir miskin, yatim piatu atau yayasan sosial Islam serta amal ibadah sunnah yang lain.
HUKUM TAUBAT NASUHA
Hukum taubat nasuha yaitu wajib berdasarkan pada perintah dalam beberapa ayat Alquran di atas
Para ulama setuju (ijmak) atas wajibnya seorang muslim bertaubat atas dosa yang dilakukannya.
TANDA TAUBAT YANG DITERIMA
Taubat yang diterima sanggup ditandai dengan perubahan sikap orang yang bertaubat
Ia Akan meninggalkan perbuatan dosa dan taat menjalankan perintah Allah.
Selain itu, ia semakin meningkat ghirah atau spiritual ke-Islamnya dengan mendasarkan segala perbuatannya pada pertimbangan syariah Islam.



SHALAT TAUBAT

Shalat taubat (bahasa Arab, صلاة التوبة أو سلاة التوابين) yaitu shalat sunnah yang dilakukan sebagai salah satu cara untuk bertobat memohon ampun pada Allah atas dosa dan kesalahan yang telah dilakukan.
DALIL SHALAT TAUBAT
Hadits sahih riwayat Tirmidzi, Abu Dawud, dan Ahmad dalam Musnad .
مَا مِنْ عَبْدٍ يُذْنِبُ ذَنْبًا فَيُحْسِنُ الطُّهُورَ ، ثُمَّ يَقُومُ فَيُصَلِّي رَكْعَتَيْنِ ، ثُمَّ يَسْتَغْفِرُ اللهَ إِلَّا غَفَرَ اللَّهُ لَهُ
Artinya: Tidaklah seorang hamba berbuat satu dosa, kemudian ia bersuci dengan baik, kemudian berdiri untuk shalat dua rakaat, kemudian memohon ampun kepada Allah, melainkan Allah akan mengampuni dosanya.
Kemudian Nabi membaca surat (Quran Surah) Ali Imron 3:135
،ثم قرأ هذه الآية: [وَالَّذِينَ إِذَا فَعَلُوا فَاحِشَةً أَوْ ظَلَمُوا أَنْفُسَهُمْ ذَكَرُوا اللَّهَ فَاسْتَغْفَرُوا لِذُنُوبِهِمْ وَمَنْ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا اللَّهُ وَلَمْ يُصِرُّوا عَلَى مَا فَعَلُوا وَهُمْ يَعْلَمُونَ
Artinya: Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, kemudian memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang sanggup mengampuni dosa selain daripada Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui.

SYARAT SHALAT TAUBAT
Sebagaimana setiap shalat, syarat pertama yaitu mushalli (orang yang shalat) harus suci dari hadats kecil dan besar. Kalau belum hendaknya mandi junub dan berwudhu terlebih dahulu.
Setelah itu, lakukan shalat 2 raka'at.
NIAT SHALAT TAUBAT
Niat shalat taubat yaitu sebagai berikut: أصلي سنة التوبة ركعتين لله تعالي
Artinya: Saya niat shalat sunnah taubat dua rokaat karena Allah.
BACAAN SHALAT TAUBAT
Rakaat pertama:Membaca Al-Fatihah dan Surat Al-Kafirun
Rakaat kedua: membaca Al-Fatihah dan Surat Al-Ikhlas.
DOA DAN BACAAN SETELAH SHALAT TAUBAT
Setelah salam, kemudian membaca istighfar 100 kali اَسْتَغْفِرُاللهَ الْعَظِيْمِ
Setelah istighfar, baca doa dibawah ini:

اَللَّهُمَّ اِنِّى اَسْاَلُكَ تَوْ فِيْقَ اَهْلِ الْهُدَى وَاَعْمَالَ اَهْلِ التَّوْبَةِ وَعَزْمَ اَهْلِ الصَّبْرِ وَجِدَّ اَهْلِ الْخَشْيَةِ وَطَلَبَ اَهْلِ الرَّ غْبَةِ وَتَعَبُّدَ اَهْلِ الْوَرَعِ وَعِرْفَانَ اَهْلِ الْعِلْمِ حَتَّى اَخَافَكَ . اَللَّهُمَّ اِنِّى اَسْاَلُكَ مَخَا فَةً تَحْجُزُ نِى عَنْ مَعَاصِيْكَ حَتَّى اَعْمَلَ بِطَا عَتِكَ عَمَلاً اَسْتَحِقُّ بِهِ رِضَاكَ حَتَّى اُنَا صِحَكَ فِىالتَّوْ بَةِ خَوْ فًا مِنْكَ وَحَتَّى اَخْلِصَ لَكَ النَّصِيْحَةَ حُبًّا لَكَ وَحَتَّى اَتَوَ كَّلَ عَلَيْكَ فَ اْلاُمُوْرِ كُلِّهَاوَحُسْنَ ظَنٍّ بِكَ . سُبْحَانَ خَالِقِ نُوْرٍ
Artinya: Ya Alloh sesungguhnya hamba memohon kepada-Mu Taufiq(pertolongan)nya orang-orang yang mendapatkan petunjuk(hidayah),dan perbuatannya orang-orang yang bertaubat, dan impian orang-orang yang sabar, dan kesungguhan orang-orang yang takut, dan pencariannya orang-orang yang cinta, dan ibadahnya orang-orang yang menjauhkan diri dari dosa (wara’), dan ma’rifatnya orang-orang pintar sehingga hamba takut kepada-Mu. Ya Alloh sesungguhnya hamba memohon kepada-Mu rasa takut yang membentengi hamba dari durhaka kepada-Mu, sehingga hamba menunaikan keta’atan kepada-Mu yang berhak mendapatkan ridho-Mu sehingga hamba tulus kepada-Mu dalam bertaubat karena takut pada-Mu, dan sehingga hamba mengikhlaskan ketulusan untuk-Mu karena cinta kepada-Mu, dan sehingga hamba berserah diri kepada-Mu dalam semua urusan, dan hamba memohon baik sangka kepada-Mu. Maha suci Dzat Yang Menciptakan Cahaya.
WAKTU PELAKSANAAN SHALAT TAUBAT
Shalat taubat (tobat) termasuk dari shalat sunnah mutlak yang sanggup dilaksanakan kapan saja.
Siang dan malam.
Kecuali waktu yang dihentikan melaksanakan shalat sunnah.
Adapun waktu larangan shalat sunnah ada 5 (lima) sebagai berikut:
1. Dari terbit fajar kedua hingga terbit matahari.
2. Dari terbit matahari hingga matahari naik sepenggalah(قيد رمح).
3. Dari ketika matahari persis di tengah-tengah hingga condong.
4. Dari shalat ashar hingga karam matahari.
5. Menjelang karam matahari hingga karam sempurna.

DOSA BESAR
SYIRIK
Dosa syirik yaitu dosa terbesar dalam Islam. Syirik berarti keluar dari Islam yang biasa disebut dengan murtad. Murtad disebabkan oleh beberapa hal antara lain:
1. Pindah ke agama lain
2. Mengharamkan masalah halal atau menghalalkan masalah haram
mirip wajib shalat 5 waktu, puasa Ramadan, dll.
3. Melakukan dosa besar dan tidak menganggap itu sebagai dosa.

MEMBUNUH
Membunuh atau melaksanakan pembunuhan merupakan dosa yang sangat besar.
Berdasarkan dalil-dalil sebagai berikut:
1. (Quran Surah) Al-Maidah 5:32:
أنه من قتل نفسا بغير نفس أو فساد في الأرض فكأنما قتل الناس جميعا ومن أحياها فكأنما أحيا الناس جميعا
Artinya: Barangsiapa yang membunuh seseorang, bukan karena orang itu membunuh orang lain, atau bukan karena berbuat kerusakan di bumi, maka seperti dia telah membunuh semua manusia. Barangsiapa memelihara kehidupan seorang manusia, maka seperti dia telah memelihara kehidupan semua manusia.

2. (Quran Surah) Al-An'am 6:151
وَلاَ تَقْتُلُواْ ٱلنَّفْسَ ٱلَّتِى حَرَّمَ ٱللَّهُ إِلاَّ بِٱلْحَقّ
Artinya: Janganlah kau membunuh orang yang diharamkan Allah kecuali dengan alasan yang benar. Menurut Tafsir Qurtubi, yang diharamkan untuk dibunuh yaitu orang Islam dan orang kafir muahadah yaitu orang nonmuslim yang mempunyai pernjanjian hening dengan negara Islam.
3. Hadits Nabi riwayat Bukhari & Muslim (muttafaq alaih):
لا يحل دم امرئ مسلم يشهد أن لا إله إلا الله وأني رسول الله إلا بإحدى ثلاث: الثيب الزاني والنفس بالنفس والتارك لدينه المفارق للجماعة
Artinya: Tidak halal darah seorang Muslim yang membaca syahadat kecuali karena tiga hal: janda yang berzina, telah membunuh orang, meninggalkan agama dan memisahkan diri dari jamaah Islam.
4. Hadits Nabi riwayat Bukhari:
اجتنبوا السبع الموبقات))، قيل: يا رسول الله، وما هن؟ قال: ((الإشراك بالله والسحر وقتل النفس التي حرم الله إلا بالحق
Artinya: Jauhilah 7 (tujuh) dosa besar.
Ditanyakan: Apa saja itu Ya Rasulullah? RAsul berkata: syirik pada Allah, sihir, membunuh kecuali karena alasan yang benar.

MENCURI/MERAMPOK
Perbuatan mencuri yaitu dosa besar karena merusak tatanan dan harmoni dalam masyarakat.
Dalil-dalinya yaitu sebagai berikut:
1. QS Al-Maidah 5:38:
وَالسَّارِقُ وَالسَّارِقَةُ فَاقْطَعُوا أَيْدِيَهُمَا جَزَاءً بِمَا كَسَبَا نَكَالاً مِنَ اللَّهِ وَاللَّهُ عَزِيزٌ حَكِيمٌ
Artinya: Adapun orang pria dan perempuan yang mencuri, potonglah tangan keduanya (sebagai) tanggapan dari perbuatan yang mereka lakukan.
2. QS Al-Mumtahanah 60:12:
يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ إِذَا جَاءَكَ الْمُؤْمِنَاتُ يُبَايِعْنَكَ عَلَى أَنْ لا يُشْرِكْنَ بِاللَّهِ شَيْئاً وَلا يَسْرِقْنَ وَلا يَزْنِينَ وَلا يَقْتُلْنَ أَوْلادَهُنَّ
Artinya: Wahai Nabi apabila perempuan-perempuan mukmin tiba kepadamu untuk mengadakan baiat (janji setia), bahwa mereka tidak akan mempersekutukan sesuatu apapun dengan Allah, tidak akan mencuri, tidak akan berzina dan tidak akan membunuh anak-anaknya..

BERZINA / SELINGKUHAN
Zina yaitu hubungan seksual di luar nikah baik suka sama suka atau tidak.
Berzina yaitu salah satu dosa besar dalam Islam.
Zina awal mula timbul dari percampuran pria dan perempuan secara bebas.
Karena itu, khalwat (berduaan antar lawan jenis dihentikan yang bukan mahram dilarang) Dalil-dalil larangan berzina antara lain sebagai berikut:
1. QS Al-Isra' 17:32
وَلاَ تَقْرَبُواْ لزّنَى إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاء سَبِيلاً
Artinya: Dan janganlah kau mendekati zina;
(zina) itu sungguh suatu perbuatan keji dan suatu jalan yang buruk.

2. QS An-Nur 24:2:
الزَّانِيَةُ وَالزَّانِي فَاجْلِدُوا كُلَّ وَاحِدٍ مِنْهُمَا مِائَةَ جَلْدَةٍ وَلا تَأْخُذْكُمْ بِهِمَا رَأْفَةٌ فِي دِينِ اللَّهِ إِنْ كُنْتُمْ تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَلْيَشْهَدْ عَذَابَهُمَا طَائِفَةٌ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ
Artinya: Pezina perempuan dan pezina laki-laki,deralah masing-masing 100 kali,dan janganlah belas kasihan kepada keduanya mencegah kau untuk(menjalankan) agama (hukum) Allah,jika kau beriman kepada Allah dan hari kemudian, dan hendaklah eksekusi mereka disaksikan oleh sebagian orang-orang yang beriman.

ALKOHOL / NARKOBA
Minum minuman beralkohol baik banyak atau sedikit yaitu haram dan dosa besar.
Termasuk juga mengonsumsi narkoba dan segala macam bentuk penyalahgunaan obat-obat terlarang mirip ectassy, dan lain-lain.
Dalilnya sebagai berikut:
1. QS Al-Baqarah 2:219:
يَسْأَلونَكَ عَنِ الْخَمْرِ وَالْمَيْسِرِ قُلْ فِيهِمَا إِثْمٌ كَبِيرٌ وَمَنَافِعُ لِلنَّاسِ وَإِثْمُهُمَا أَكْبَرُ مِنْ نَفْعِهِمَا
Artinya: Mereka menanyakan kepadamu (Muhammad) perihal khamar dan judi. Katakanlah, "Pada keduanya terdapat dosa besar dan beberapa manfaat bagi manusia. Tetapi dosanya lebih besar daripada manfaatnya."
2. QS Al-Maidah 5:90:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنَّمَا الْخَمْرُ وَالْمَيْسِرُ وَالْأَنْصَابُ وَالْأَزْلامُ رِجْسٌ مِنْ عَمَلِ الشَّيْطَانِ فَاجْتَنِبُوهُ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ
Artinya: Wahai orang-orang yang beriman, sesungguhnya minuman keras, berjudi, (berkurban untuk) berhala, dan mengundi nasib dengan anak panah, yaitu perbuatan keji dan termasuk perbuatan setan. Maka jauhilah (perbuatan-perbuatan) itu semoga kau beruntung.
3. QS Al-Maidah 5:91:
إِنَّمَا يُرِيدُ الشَّيْطَانُ أَنْ يُوقِعَ بَيْنَكُمُ الْعَدَاوَةَ وَالْبَغْضَاءَ فِي الْخَمْرِ وَالْمَيْسِرِ وَيَصُدَّكُمْ عَنْ ذِكْرِ اللَّهِ وَعَنِ الصَّلاةِ فَهَلْ أَنْتُمْ مُنْتَهُونَ
Artinya: Dengan minuman keras dan judi itu setan hanyalah bermaksud menjadikan permusuhan dan kebencian di antara kamu, dan menghalang-halangi kau dari mengingat Allah dan melaksanakan salat maka tidakkah kau mau berhenti?

TIDAK MELAKUKAN RUKUN ISLAM
Islam itu identik dengan 5 (lima) pilarnya.
Tidak melaksanakan 5 lima rukun Islam sengaja atau tidak yaitu dosa besar.
Yaitu, syahadat, shalat lima waktu, membayar zakat, puasa Ramadan, dan haji apabila mampu.

70 DOSA BESAR LAINNYA
Alasan dan dasar hukumnya sanggup dilihat sendiri dalam kitab Al-Kabair (الكبائر) karya Adz-Dhahabi.

1. Menyekutukan Allah atau Syirik
2. Membunuh manusia
3. Melakukan sihir
4. Meninggalkan shalat
5. Tidak mengeluarkan zakat
6. Tidak berpuasa ketika bulan Ramadhan tanpa alasan yang kuat
7. Tidak mengerjakan Haji walaupun berkecukupan
8. Durhaka kepada Ibu Bapa
9. Memutuskan silaturahim
10. Berzina
11. Melakukan sodomi atau homoseksual
12. Memakan riba
13. Memakan harta anak yatim
14. Mendustakan Allah S.W.T dan rasul-Nya
15. Lari dari medan perang
16. Pemimpin yang penipu dan kejam
17. Sombong
18. Saksi palsu
19. Meminum minuman beralkohol
20. Berjud
i21. Menuduh orang baik melaksanakan zina
22. Menipu harta rampasan perang
23. Mencuri
24. Merampok
25. Sumpah palsu
26. Berlaku zalim
27. Pemungut cukai yang zalim
28. Makan dari harta yang haram
29. Bunuh diri
30. Berbohong
31. Hakim yang tidak adil
32. Memberi dan mendapatkan sogok
33. Wanita yang ibarat lelaki dan sebaliknya juga
34. Membiarkan istri, anaknya atau anggota keluarganya yang lain berbuat mesum dan memfasilitasi anggota keluarganya tersebut untuk berbuat mesum
35. Menikahi perempuan yang telah bercerai semoga perempuan tersebut nantinya bisa kembali menikah dengan suaminya terdahulu
36. Tidak melindungi pakaian dan tubuhnya dari terkena hadas kecil mirip air kencing atau kotoran
37. Riya atau suka pamer
38. Ulama yang mempunyai ilmu namun tidak mau mengamalkan ilmunya tersebut untuk orang lain
39. Berkhianat
40. Mengungkit-ungkit pemberian
41. Mangingkari takdir Allah SWT
42. Mencari-cari kesalahan orang lain
43. Menyebarkan fitnah
44. Mengutuk umat Islam
45. Mengingkari janji
46. Percaya kepada sihir dan nujum
47. Durhaka kepada suami
48. Membuat patung
49. Menamparkan pipi dan meratap kalau terkena bala
50. Menggangu orang lain
51. Berbuat zalim terhadap yg lemah
52. Menggangu tetangga
53. Menyakiti dan memaki orang Islam
54. Durhaka kepada hamba Allah S.W.T dan menggangap dirinya baik
55. Memakai pakaian labuhkan pakaian
56. Lelaki yang menggunakan sutera dan emas
57. Seorang hamba (budak) yang lari dari Tuannya
58. Sembelihan untuk selain dari Allah S.W.T
59. Seorang yang mengaku bahwa seseorang itu yaitu ayahnya namun dia tahu bahwa itu tidak benar
60. Berdebat dan bermusuhan
61. Enggan menunjukkan kelebihan air
62. Mengurangi timbangan
63. Merasa kondusif dari kemurkaan Allah S.W.T
64. Putus asa dari rahmat Allah S.W.T
65. Meninggalkan sholat berjemaah tanpa alasan yang kuat
66. Meninggalkan Sholat Jumaat tanpa alasan yang kuat
67. Merebut hak warisan yang bukan miliknya
68. Menipu
69. Mengintip diam-diam dan membuka diam-diam orang lain
70. Mencela Nabi dan para sahabat ia

Sumber
=====

CARA SOLAT TAUBAT
1. Niat Solat Sunat Taubat:


2. Bacaan surah selepas Al-Fatihah:
Rakaat pertama: Surah Al-Kafirun
Rakaat kedua: Surah Al-Ikhlas
3. Semasa sujud terakhir pada rakaat kedua (sebelum duduk Tahiyyat Akhir) iaitu selepas membaca tasbih biasa, bacalah Tasbih berikut 40 kali:
“Laa-i-la-ha il-la an-ta sub-haa-na-ka in-niy kun-tu mi-naz-zhoo li-miyn.”
Tiada Tuhan melainkan Dikau (Allah)! Maha Suci Dikau! Sesungguhnya daku ini termasuk daripada golongan orang yang aniaya (zalim).
4. Setelah memberi salam hendaklah memperbanyakkan beristighfar :
a. Bacalah istighfar berikut sebanyak 10 / 100 kali;
“As-tagh-fi-rul-Laa-hil ‘A-ziym, al-la-dziy laa i-la-ha il-laa hu-wal hai-yul qoi-yuum wa-a-tuu-bu i-laih.”
Daku mohon ampun kepada Allah yang Maha Agung, yang tiada Tuhan melainkan Dia Yang Maha Hidup Lagi Maha Mengurus dan daku bertaubat kepada-Nya.
b. Sambung baca Istighfar Tauhid berikut sebanyak 10 / 100 kali;
“As-tagh-fi-rul-Laa-hil ‘A-ziym, al-la-zii laa i-la-ha il-laa hu-wal hai-yul qoi-yuum wa-a-tuu-bu i-laih. Tau-ba-ta ‘Ab-di zhoo-li-mi laa yam-li-ku li-naf-si-hi dhor-raa, wa-laa naf-‘an wa-laa mau-tan wa-laa ha-yaa-tan wa-laa nu-syuu-raa.”
Daku memohon ampun kepada Allah yang Maha Agung yang tiada Tuhan melainkan Dia Yang Maha Hidup Lagi Maha Mengurus! Daku bertaubat kepada-Nya selaku taubatnya seorang hamba yang banyak dosa yang tiada menguasai akan dirinya dan tidak bisa membuat, menolak mudharat dan manfaat serta tidak sanggup menguasai kematian, hidup dan kebangkitan.
c. Kemudian bacalah Penghulu Istighfar sebanyak 3 Kali :
“AL-Laa-Hum-ma an-ta rab-bi Laa i-la-ha il-laa an-ta kho-laq-ta-ni wa-a-naa ‘ab-du-ka wa-a-naa ‘a-laa ‘ah-di-ka wa-wa’-di-ka mas-ta-th0′-tu, a-‘uu-dzu-bi-ka min syar-ri-maa sha-na’-tu, a-buu u-la-ka bi-ni’-ma-ti-ka ‘a-lay-ya wa-a-bu-u bi-dzan-bi fagh-fir-lii, fa-in-na-hu laa yagh-fi-rudz dzu-nuu-ba il-laa an-ta.”
Ya Allah! Dikaulah Tuhanku, Tiada Tuhan melainkan Dikau; Dikau yang membuat daku dan daku yaitu hamba-Mu. Dan sedaya mampuku, daku berpegang dengan kesepakatan dan sumpah setiaku terhadap-Mu. Daku memohon perlindungan-Mu daripada segala kejahatan yang telah dilakukan; Daku mengakui akan segala nikmat yang Dikau berikan kepadaku dan daku mengakui akan dosa-dosaku. Maka ampunilah daku kerana tiada yang mengampuni dosa-dosa kecuali Dikau.
5. Baca Doa Taubat
Daku memohon ampun kepada Allah, Daku mohon ampun kepada Allah, Daku mohon ampun kepada Allah yang tiada Tuhan melainkan Dia Yang Maha Hidup Lagi Maha Mengurus!
Daku bertaubat kepada-Nya selaku taubatnya seorang hamba yang banyak dosa yang tidak berdaya untuk menolak mudharat atau berbuat manfaat dan tidak bisa mematikan atau menghidupkan mahupun membangkitkan (di Padang Mahsyar kelak).
Daku mohon perlindungan-Mu daripada dosa, kemalasan, dugaan kubur dan seksanya. Daku mohon perlindungan-Mu daripada segala kesalahan dan hukuman.
Ya Allah! Bersihkanlah diriku daripada dosa-dosa sebagaimana kain putih dibersihkan daripada kekotoran. Ya Allah! Sesungguhnya daku bertaubat kepada-Mu di atas segala dosaku, dan daku berjanji tidak akan mengulanginya.
Ya Allah! Pengampunan-Mu yaitu lebih luas daripada dosa-dosaku dan pengampunan-Mu terhadapku yaitu lebih tertunai daripada amalan baikku. Ya Allah! Sesungguhnya daku telah berbagai menganiaya diriku sendiri, tiada yang sanggup mengampuni dosaku itu kecuali Dikau; Maka berikanlah daku keampunan-Mu, kasihanilah daku.
Ya Allah, Ya Tuhanku! Terimalah taubatku, suci bersihkanlah segala dosaku dan kabulkanlah permohonanku. Sesungguhnya Dikau Maha Pengampun lagi Maha Penyayang!

وَالسَّلاَمُ عَلَيْكَمْ وَرَحْمَةُ اللهُ وَبَرَكَاتُه


Sumber http://www.referensidunia.blogspot.com

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Sholat Sunnah Taubat"

Posting Komentar