Loading...

Perintah Menjaga Lisan


Sebahagian orang mengatakan, pengecap memang tidak bertulang. Mungkin ada benarnya, alasannya banyak di antara insan bahkan kaum muslimin yang tidak bisa mengendalikan pengecap atau lisannya. Lidah gampang menjulur dan bergerak kian kemari tanpa kendali, dan karenanya menjadi panglima baginya, yang mesti diperturutkan apapun kehendaknya. Jika pengecap telah menjadi panglima, maka berapa banyak dosa dan kesalahan yang sanggup ditimbulkan olehnya?. Berapa banyak kerusakan dan kehancuran yang disebabkan olehnya?. Dan berapa banyak pula tanggapan jelek baginya dan bagi orang lain yang sanggup dihasilkan olehnya??.

Mengenai hal ini, perhatikan beberapa nash hadits berikut ini yang membuktikan bersama-sama kebanyakan dosa yang diperbuat insan itu ada pada lisannya. Dan juga menjabarkan wacana peranan verbal di dalam menjerumuskan insan ke dalam kebinasaan dan kehancuran, jikalau mereka tidak sanggup atau enggan mengendalikannya.

Dari Syaqiq berkata, Pernah Abdullah (bin Mas’ud) radliyallahu anhu bertalbiyah di atas bukit shofa. Kemudian berkata, “Wahai lisan, berkatalah yang baik pasti engkau akan memperoleh kebaikan atau diamlah pasti engkau akan selamat sebelum engkau menyesal”. Mereka bertanya, “Wahai Abu Abdurrahman (maksudnya; Ibnu Mas’ud), Apakah ini suatu ucapan yang engkau ucapkan sendiri atau yang engkau pernah dengar?”. Beliau radliyallahu anhu menjawab, “Tidak, bahkan saya telah mendengar Rosulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda,

أَكْثَرُ خَطَايَا ابْنِ آدَمَ فىِ لِسَانِهِ

“Kebanyakan dosa belum dewasa adam itu ada pada lisannya”. [HR ath-Thabraniy, Abu asy-Syaikh dan Ibnu Asakir. Berkata asy-Syaikh al-Albaniy: Hasan, lihat Shahih al-Jami’ ash-Shaghir: 1201, Silsilah al-Ahadits ash-Shahihah: 534 dan al-Adab: 396].



Sumber https://www.armadaberkah.com

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Perintah Menjaga Lisan"

Posting Komentar