Loading...

Isak Tangis Seorang Kakek Dalam Tilawahnya

AllahuAkbar! Inilah sebuah kata dan kalimat yang sepantasnya diucapkan saat melihat foto kakek ini…Ketika saya membuka Beranda Facebook dipagi hari , Saya tertegun melihat sebuah postingan dari seorang sobat perihal foto seorang kakek bau tanah yang renta,  Kakek itu terlihat sedang duduk dipinggir jalan setelah berjalan keliling menjual balon mainan anak-anak. Saya tertarik membaca dongeng pendek yang dituangkan dibawahnya, Dengan perlahan saya baca…


" Ditengah kecapekannya itu ia berhenti untuk istirahat sejenak. Usianya yang terlihat  renta, sekitar 85 tahunan bukanlah umur  yang sempurna lagi untuk bekerja, tetapi ia menjaga Kemuliaan dirinya untuk tetap bekerja tanpa berharap hanya uluran belas kasih dari orang lain, Bahkan dari anaknya sendiri.

Kakek itu terlihat begitu sangat lelah, alasannya begitu kerasnya kehidupan ini yang tidak mengampuni siapapun yang lemah, Dunia ini yang semakin hari semakin terasa parah. Ditengah-tengah ia istirahat untuk melepas lelahnya, Terlihat  Sang Kakek itu mengeluarkan Al-Qur'an dalam Sakunya dan terdengarlah suaranya yang merintih…

Melafalkan Ayat demi Ayat Al-qur'an yang mulia ini dengan bunyi cukup pelan dan syahdu..

Sang Kakek tidak perlu kacamata walaupun mungkin ia membutuhkannya alasannya faktor usianya yang sudah terbilang sangat tua. Dia membaca tiap bait Quran dengan begitu fasih bahkan sayup2 begitu indah terdengar .

Sang Kakek mengusap kedua matanya, Ya Allah.. Dia menangis, Dia menangis bukan alasannya menahan perihnya hidup, Bukan alasannya penyesalan masa-masa muda yang dibuang sia-sia,

Tapi Sang Kakek membaca Al-Qur'an sekaligus membaca terjemahannya yang pada ayat yang berbunyi ;

"Barang Siapa berharap kehidupan Akhirat dan Perjumpaan dengan Tuhannya",

Rupanya pada Bagian ayat inilah yang menciptakan Sang Kakek ini menangis dan membayangkan pertemuannya dengan sang khalik nanti, Apakah Jasad yang terasa hina ini sanggup diijinkan bertemu dengan Allah, Berkumpul dengan para Salihin dan Para Nabi serta Rasul di satu syurga yang sama.

Masya Allah...,

Wahai Sobatku ...Tidakkah Kalian Merasakan Malu pada sang kakek ini? Dengan kelemahan tubuhnya yg sudah rintih ia masih semangat untuk bekerja mencari rezeki yang halal, dan tidak lupa selalu mensyukuri apapun yang diberikan Allah SWT...

Bagaimana dengan kita yang sehat ini? Sudahkah usia muda kita dilalui dengan berinfak untuk mempersiapkan bekal diakhirat kelak? Karena ajal tidak sanggup kita duga kapan akan tiba menemui kita...

Sungguh Tak Dapat Kuasa untuk Menahan Airmata ini untuk jatuh…

Wallahu a'lam bishshawab ..

(Status Facebook Seorang Sahabat)




Sumber https://www.armadaberkah.com

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Isak Tangis Seorang Kakek Dalam Tilawahnya"

Posting Komentar