Loading...

Cara Menghadapi Peristiwa Alam Dan Cobaan Yang Berat

image : search google

Dalam setiap problem yang kita hadapi, kita sebaiknya bersikap sabar biar kita sanggup mengatasi banyak sekali kesedihan maupun sedih yang kita alami saat mendapat cobaan dari Allah tabaraka wa ta'ala. Dan kita harus yakin bahwa setiap cobaan maupun ujian dari Allah, niscaya ada jalannya bila kita mau berikhtiar dan bertawakkal dengan sebenar-benarnya tawakkal kepada Allah. Karena Allah tidak akan membebani setiap hambanya melainkan sesuai dengan kesanggupannya.

Ingatlah kesepakatan Allah,

إِنَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُونَ أَجْرَهُمْ بِغَيْرِ حِسَابٍ

“Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas.” (QS. Az Zumar: 10). 

Al Auza’i mengatakan, “Pahala bagi orang yang bersabar tidak sanggup ditakar dan ditimbang. Mereka benar-benar akan mendapat ketinggian derajat.” As Sudi mengatakan, “Balasan orang yang bersabar ialah surga.” 

Hendaklah setiap mukmin mengimani bahwa setiap yang Allah kehendaki niscaya ada hikmah di balik itu semua, baik hikmah tersebut kita ketahui atau tidak kita ketahui. Allah Ta’ala berfirman,

أَفَحَسِبْتُمْ أَنَّمَا خَلَقْنَاكُمْ عَبَثًا وَأَنَّكُمْ إِلَيْنَا لَا تُرْجَعُونَ (115) فَتَعَالَى اللَّهُ الْمَلِكُ الْحَقُّ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ رَبُّ الْعَرْشِ الْكَرِيمِ (116)

“Maka apakah kau mengira, bahwa bahwasanya Kami membuat kau secara main-main (saja), dan bahwa kau tidak akan dikembalikan kepada Kami? Maka Maha Tinggi Allah, Raja Yang Sebenarnya; tidak ada Tuhan selain Dia, Tuhan (Yang mempunyai) ‘Arsy yang mulia.” (QS. Al Mu’minun: 115-116) 

Hendaknya kita meyakini bahwa Allah niscaya ada gotong royong kita, dan niscaya Allah akan menawarkan yang terbaik bagi hambanya. Bahkan bila kita kehilangan sesuatu yang berdasarkan kita berharga, maka percayalah bahwa Allah akan menggantinya dengan sesuatu yang jauh lebih baik.

Ketahuilah bahwa semakin berpengaruh iman, memang akan semakin berat ujiannya

Dari Mush’ab bin Sa’id -seorang tabi’in- dari ayahnya, ia berkata,

يَا رَسُولَ اللَّهِ أَىُّ النَّاسِ أَشَدُّ بَلاَءً

“Wahai Rasulullah, insan manakah yang paling berat ujiannya?” Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab,

“Para Nabi, lalu yang semisalnya dan semisalnya lagi. Seseorang akan diuji sesuai dengan kondisi agamanya. Apabila agamanya begitu berpengaruh (kokoh), maka semakin berat pula ujiannya. Apabila agamanya lemah, maka ia akan diuji sesuai dengan kualitas agamanya. Seorang hamba senantiasa akan mendapat cobaan sampai ia berjalan di muka bumi dalam keadaan higienis dari dosa.” 

Musibah dan cobaan boleh jadi disebabkan dosa-dosa yang pernah kita perbuat baik itu kesyirikan, bid’ah, dosa besar dan maksiat lainnya. Allah Ta’ala berfirman,

وَمَا أَصَابَكُمْ مِنْ مُصِيبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ

“Dan apa saja petaka yang menimpa kau maka ialah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri.” (QS. Asy Syura: 30). 

Maksudnya ialah lantaran alasannya ialah dosa-dosa yang dulu pernah diperbuat. Ibnu ‘Abbas mengatakan, “Akan disegerakan siksaan bagi orang-orang beriman di dunia disebabkan dosa-dosa yang mereka perbuat, dan dengan itu mereka tidak disiksa (atau diperingan siksanya) di akhirat.”

Wallahu a'lam bisshowwab.




Sumber https://www.armadaberkah.com

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Cara Menghadapi Peristiwa Alam Dan Cobaan Yang Berat"

Posting Komentar