Loading...

Janganlah Murka Dan Membentak Anakmu

Berikut ialah sebuah nasehat indah yang kami temukan disebuah akun media umum dan kami bagikan lagi untuk para pembaca semua khususnya yang sudah mempunyai buah hati.. Semoga Nasehat indah ini sanggup menggunggah hati para pembaca sekalian untuk menimbulkan kita lebih baik lagi ...

KAU MARAH DAN MEMBENTAK ANAKMU?

gambar search Google

Ketika ia minta ditemani tidur, padahal tubuhmu sudah lelah, dan engkau tau bahwa ia sanggup tidur sendiri. Lalu, rengekkannya menaikan emosi, maka tanpa terkontrol lagi, keluarlah bunyi tinggi, membentak, dan atau perilaku yang tidak menyenangkan lainnya.

Ia pun terdiam. Kaget. Tapi, bahwasanya lebih dari itu, hati kecilnya terluka.

Ia kemudian dengan patuhnya naik sendiri ke atas daerah tidur, memeluk guling, menghadap dinding, dan berusaha menenangkan hati yang terluka dan meminimalisir rasa sedih.

Sebetulnya, ia hanya ingin bersamamu. Hanya tidak tahu bagaimana memintanya dengan cara menyenangkan. Ia hanya ingin erat denganmu, lantaran hanya wangi tubuhmu yang memberikannya kenyamanan. Sayangnya, otak kecilnya belum cukup bersambungan untuk mengerti, bahwa.. engkau sudah letih,lelah, capek... dengan segala aktifitasmu yang dimulai bahkan sebelum matahari memperlihatkan dirinya. Ia belum paham.

Maka dalam sedihnya, menghadap dinding, ia pun perlahan terlelap.

Perlahan tapi pasti, rasa duka dan menyesal itu menyelinap perlahan kedalam hatimu. Engkau sadar, reaksimu tadi berlebihan. Teriak tadi terlalu kencang, atau apapun itu, yang menciptakan hati kecil buah hatimu terluka, bahwasanya tidak perlu segitunya.

Lalu, dengan dada yang penuh sesak dengan penyesalan.. engkau berbalik dan memandang badan dan wajah kecilnya yang sudah terlelap lantaran duka tadi. Engkau ciumi wajah itu, terkadang menetes airmata tanpa terasa. Kau ciumi tangan mungil itu. Memohon maaf padanya, dikala ia tidak sadar akan kehadiranmu disitu.

Sudah berapa kali menyerupai ini?

Akan berapa kali lagi?

Kenapa emosi susah sekali dikontrol, terutama ketika sedang letih atau mengantuk yang luar biasa? Atau ketika melihat rumah yang tak kunjung rapi? Daftar kerjaan yang seakan tidak berkurang semenjak pagi?

Lalu menyesal dan mengulangi lagi.

Mungkin esok bukan milik kita lagi.
Mahluk kecil itu milik Ilahi, yang dititipkan ke tanganmu, untuk kamu jaga sementara waktu. Diciptakan oleh NYA, semoga ia sepenuhnya bergantung padamu diusianya yang sekecil
ini. Mengapa sulit untuk dimengerti ketika lelah melanda, bahwa ia tidak mempunyai perasaan apapun terhadapmu, kecuali rasa CINTA.

Yang masih ia pelajari cara untuk mengungkapkannya dengan segala sikap, suara, bentuk dan rasa. Ia hanya ingin erat denganmu, itu saja! Setiap waktu. Selalu.

Oleh alasannya itu, kalau semua perasaan lelah, letih, putus asa, ngantuk, kesel  sedang melandamu, kemudian ia tiba padamu dengan harapan badan kecilnya yang bahwasanya tidak seberapa itu... tarik nafas, istighfar, senyum dan menunduk lah. Tatap matanya dan perhatikan keinginannya. Jika engkau belum sanggup memenuhinya sekarang, senyum.. jawab baik-baik.

Insha Allah perlahan ia akan mengerti, bahwa penolakanmu bukan berarti kamu tidak mencintainya, hanya penundaan sementara. Perlahan ia akan mengerti dan berguru untuk melaksanakan itu sendiri, tanpa bantuanmu dan pendampingamu lagi.

Perlahan.. ia akan melepaskan genggamanmu.. dan berpengaruh berdiri dan berjalan sendiri.

Perlahan..

Sabarlah wahai bunda, ingatlah rengekannya hanyalah ungkapan sayangnya padamu. Betapa ia tidak bosan mengharapmu senantiasa disisi. Sabarlah mama... ada waktunya nanti, tidur mama tidak terganggu lagi, rumah akan senantiasa bersih.

Tapi untuk kini mama, hadapilah tangisan, rengekkan dengan : tarikan nafas, senyum, dan merendahkan tubuhmu setara dengan pandangan matanya.. senyum dan pandanglah ia. Buah hatimu tidak akan sekecil itu selamanya.

Smile mama.. those little angels, they only have ❤️ for you.

#WinaRisman
#copas
#SelfReminder


Sumber https://www.armadaberkah.com

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Janganlah Murka Dan Membentak Anakmu"

Posting Komentar