loading...

Surat Untuk Allah

Loading...

 Ini dongeng ihwal polosnya dua anak abang beradik yang kurang lebih berumur sekitar  Surat Untuk Allah

Ini dongeng ihwal polosnya dua anak abang beradik yang kurang lebih berumur sekitar 6 dan 8 tahun. Mereka berdiskusi ihwal ALLAH SWT. Siapa itu ALLAH SWT, dimana ALLAH SWT dan sebagainya. Dengan membaca dongeng ini kita akan menemukan jawabannya dan menciptakan air mata tanpa terasa akan menetes, mengharukan.

Di sebuah desa yang jaraknya sekitar 70 km dari ibu kota . Hiduplah seorang keluarga miskin yang terdiri dari 5 orang, suami, istri , ibu dari istri dan dua anak laki dan wanita. Suatu hari, ibu dari kedua anak tersebut mendadak mendapat serangan penyakit mungkin tumor ganas. Setelah dibawa ke rumah sakit di kota yang jaraknya 70 km, diketahui bahwa ibunya menderita satu penyakit yang berbahaya dan berdasarkan keterangan dokter dirumah sakit kepada suaminya harus segera dilakukan operasi terhadap istrinya.

Karna tak bisa untuk membayar biaya operasi, terpaksa si istri dibawa pulang kembali ke kampung untuk dirawat di rumah saja dengan pengobatan tradisional ala kadarnya dan apa adanya. Satu bulan berlalu dirawat dirumah tak kunjung membaik, sebaliknya bertambah parah dan tumor semakin membesar. Suaminya membisu tidak lagi sanggup berbicara dan berbuat, kata-kata dokter terasa terus menggema ditelinganya supaya segera dilakukan operasi untuk menyelamatkan istrinya. Dia takut sekali istrinya meninggal sementara kedua anaknya masih kecil dan membutuhkan kasih sayang.

Dalam kebingungan beliau teringat ihwal temannya yang tinggal di kota dan sempat bertemu sebulan yang kemudian di rumah sakit bahkan pernah berpesan, "jika butuh proteksi jangan sungkan untuk tiba dan akan saya usahakan".

Barangkali dari temannya beliau bisa mendapat pinjaman uang sebagaimana dijanjikan untuk biaya operasi istrinya.

Sebelum berangkat beliau berpesan kepada kedua anaknya untuk menjaga ibu dan neneknya, mengumpulkan kayu bakar dan jangan lupa untuk selalu memeras susu untuk diberikan kepada ibu dan neneknya.

Ibu yang terbaring lemah diatas kawasan tidur silih berganti dibesuk oleh tetangga. Setiap mereka pulang sambil pamit selalu meninggalkan doa kesembuhan untuknya. Hingga seorang tetangga yang muslim mengatakan, “Semoga ALLAH menyembuhkan kamu, semoga ALLAH mengangkat semua penyakit kau “. kata-kata ini di dengar oleh kedua anak tadi.

Mereka berdua saling bertanya siapa ALLAH ?.

Setelah semua tamu pulang, keduanya mendatangi neneknya dan bertanya,
"Siapa itu ALLAH.?"
"Ada dimana ALLAH.?"
"Apa ALLAH bisa menyembuhkan ibu kita.?"
"Apa ALLAH mendengar bila kita meminta kepadaNYA?"

Neneknya heran dengan semua pertanyaan kedua cucunya. Dan menjawab dengan tegas.

Nenek: "Iya PASTI ALLAH (SWT) mendengar semua doa kita", Lantas dari mana kau sanggup ini semua tanya neneknya ?.

2 Anak : Kita dengar dari tetangga yang datang.

Nenek : ALLAH (SWT) ada disemua tempat, Dia mengabulkan semua doa dari Mu’minin.
Kata-kata neneknya ada selalu dalam benak mereka.
Ketika tiba malam hari mereka memandang ke langit menatap bulan, mereka saling bertanya inikah ALLAH (SWT). ? Atau DIA ada dilangit lain ?

Pagi harinya mereka berdua berangkat sekolah menyerupai biasa SD swasta 5 km dari rumah mareka. Sepulangnya sekolah mereka mampir ke sebuah warung kecil untuk membeli amplop surat.

Si penjaga toko menyampaikan : “Wahai anak-anak, kenapa kau secepat ini mau berkirim surat kepada ayahmu yang gres berangkat kemaren. Sabar, nanti juga ayahmu pulang “

2 anak : “ Tidak... kami bukan mau mengirim surat untuk ayah........, kami hanya ingin membeli amplop saja “.

Setibanya dirumah mereka menyerupai biasa mulai melaksanakan kebiasaannya mengumpulkan kayu bakar dan menggembala kambing. Diantara waktu itu mereka mulai menulis surat :
WAHAI ALLAH...
Kami tulis surat ini dan kami kirim untukMu
Datanglah ya ALLAH (SWT)
Sembuhkan ibu kami yang sedang sakit.
Ayah kami belum juga kembali dari kota untuk meminjam uang dari temannya, sementara ibu kami semakin menjadi sakitnya.
Datanglah ya ALLAH (SWT) sembuhkanlah ibu kami yang sedang sakit. Kata nenek ENGKAU Maha Pengasih, Maha Penyayang, Maha Lembut dan Maha Mengabulkan semua doa.
Ya ALLAH (SWT) jangan kecewakan kepercayaan kami terhadapMU. Kata nenek kami ENGKAU suka kepada belum dewasa alasannya ialah mereka higienis dan jauh dari dosa.
Datanglah ya ALLAH (SWT)
Sembuhkan ibu kami yang sedang sakit.
Jika engkau sembuhkan ibu kami, ini akan menambah rasa cinta dan syukur kami terhadapMU.
Jika ENGKAU tidak tiba kami akan menangis selamanya, kami akan murung selamanya kepadaMu, alasannya ialah ENGKAU tidak membantu dan menolong ibu kami.
YA ALLAH KAMI AKAN MENUNGGU MOBILMU YANG AKAN MEMBAWA IBU KAMI KERUMAH SAKIT DI UJUNG JALAN SANA UNTUK SEGERA IBU KAMI DIOPERASI.
hanya ini goresan pena surat kami dan hanya ini pula pinta kami.
KAMI YAKIN ENGKAU PASTI TERIMA SURAT INI DAN ENGKAU JAWAB PINTA KAMI.
KAMI TUNGGU MOBILMU DI UJUNG JALAN INI.
Dari dua saudara...
untuk ALLAH ( SWT ).

Amplopnya tidak ditulis alamat tujuan hanya di belakang tertera nama dan alamat rumah mereka. Kemudian si abang laki memasukan surat tadi ke kotak pos yang berada diujung jalan yang biasa mereka lalui.

Seperti biasa petugas pos mengambil surat dari kotak pos yang ada dan membawanya ke kantor pos besar di kantor pos kabupaten untuk dipilih dan dikirim sesuai dengan alamat yang ada. Saat-saat penyortiran seorang petugas di kantor pos heran melihat ada satu surat yang tidak ada nama yang dituju beserta alamatnya. beliau menceritakan kepada sahabat disebelahnya.

“Mungkin ada orang yang mau main-main, buka dan lihat apa isinya“ jawab temannya.

Ketika surat dibuka dan dibaca, petugas pos tadi menangis sejadi-jadinya. Teman yang menyuruh buka keheranan, Ada apa........? kenapa kau menangis.......? berikan surat itu !.

Setelah membaca surat tersebut diapun ikut menangis. Suasana mulai gaduh dengan bunyi tangis yang kesannya memancing administrator kantor pos untuk keluar dari ruangannya, heran dengan semuanya.

“ Ada apa ini.......? beritahu saya ada apa......? “

kesannya salah satu dari mereka memperlihatkan amplop surat tadi kepada direkturnya. Selesai membaca direkturpun ikut menangis. Direktur mengumpulkan semua pegawainya untuk mendengarkan isi surat tersebut kepada yang belum mendengar, sesudah mendengar semuanya menangis.

“Demi ALLAH semenjak kecil saya belum pernah mencicipi murung menyerupai kini ini “ ujar direktur. Selanjutnya administrator mengajak semua karyawannya untuk menyisihkan sebanyak-banyaknya dari gajinya untuk membantu biaya perobatan ibu kedua anak tadi dan mencari alamat mereka menyerupai yang tertera di belakang surat.

Mobil ambulan bersama rombongan pegawai kantor pos sudah mendekati rumah mereka untuk membawanya ke rumah sakit. Dan ketika rombongan hingga diujung jalan ternyata kedua abang beradik tersebut sedang bangun menunggu kendaraan beroda empat ambulan ALLAH SWT menyerupai yang ditulis dalam suratnya.

Setelah mendengar sirine dan melihat kendaraan beroda empat ambulan mendekat kearahnya mereka berteriak
“ALLAH datang.....
ALLAH datang.....
ALLAH tiba .....
ALLAH tiba membawa Ambulance.......“.
Mereka menciumi kendaraan beroda empat yang berhenti disebelahnya. Mereka sangat bahagia dan gembira.

Sementara sopir dan rombongan pegawai kantor pos yang ikut dan meihat pemandangan keduanya menangis tidak kuasa. Direktur Pos berkata pada 2 anak itu
'"Surat kalian sudah diterima oleh ALLAH SWT....
ALLAH Mengutus dan Memerintahkan pada kami untuk mengirim ambulance dan membawa ibu kalian anakku ke rumah sakit untuk dioperasi dan diangkat penyakitnya.
Sungguh ALLAH MAHA ADA.
ALLAH sudah kabulkan doa dan ajakan kalian anakku.
CINTAILAH DAN BERSYUKURLAH SERTA TERIMA KASIHLAH PADA ALLAH"

Singkatnya.... Ibu kedua anak penulis surat itu segera dibawa kerumah sakit dan eksklusif dilakukan operasi. semuanya berjalan sukses dan lancar dengan kehendak ALLAH ( SWT ).

Banyak pesan tersirat dari dongeng diatas, perhatikan ayahnya yang ingat temannya yang jauh untuk mendapat pinjaman belum juga kembali dari kota.

Sementara anaknya yang polos, meminta eksklusif kepada ALLAH ( SWT ) dengan sedikit bekal dari neneknya.

واذا سالك عبادي عني فاني قريب اجيب دعوة الداعي اذا دعاني


"Dan apabila hamba-hambaKu bertanya kepadamu ihwal Aku, maka (jawablah), sebetulnya Aku ialah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepadaKu, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintahKu) dan hendaklah mereka beriman kepadaKu, semoga mereka selalu berada dalam kebenaran." 

(Al-Baqarah: 186)


Mudah-mudahan dongeng ini berbekas dihati kita semua, bukan menyerupai air mata yang menetes tidak berbekas,. Aamiin..



Oleh Bintang, 07 april 2017
Loading...

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Surat Untuk Allah"

Posting Komentar