Loading...

Melarang Rukuk Dan Sujud Ketika Shalat


 Bagaimana kok bisanya si Abu Nawas melarang sujud dan rukuk Melarang Rukuk dan Sujud ketika Shalat

Bagaimana kok bisanya si Abu Nawas melarang sujud dan rukuk. Belum lagi Abu nawas diklaim telah banyak menciptakan fitnah mengenai anak dan istri. Bagaimana kisahnya nya.

Abunawas yang merupakan sobat setia khalifah Harun Ar-Rasyid, seakan ingin menghukum mati Abu Nawas saja begitu mendengar kabar bila si Abunawas telah banyak berbagi fitnah, larangan rukuk serta sujud dalam sholat. Sebuah fatwa yang menggemparkan ketika itu di kerajaan yang dipimpin Raja Harun Ar-Rasyid.

"Hmmm...Abu Nawas sudah keterlaluan, bukankah dalam islam fatwa ibarat itu menyalahi aliran islam. Hukumannya yakni penggal kepala," guman Raja Harun Ar-Rasyid.

Sebelum Abu Nawas dipanggil, untung saja salah seorang mitra setia Abunawas menunjukkan saran kepada raja untuk melaksanakan konfirmasi terlebih dahulu sebelum bertindak.

Akhirnya Abu Nawas dipanggil dan dimintai keterangan terlebih dahulu sebelum dipancung.
"Wahai Abu Nawas, apakah benar engkau beropini tidak perlu rukuk dan sujud dalam shalat," tanya Raja.
"Benar, Baginda Raja," jawab Abu Nawas.

Raja Harun kembali bertanya,
"Benarkah engkau berkata kepada masyarakat bahwa Raja Harun suka berftinah?" tanya Raja.
"Benar Paduka," jawab Abu nawas.

Sontak saja Raja Harun berteriak dengan keras dan menggelegar.
"Engkau memang pantas dieksekusi mati alasannya melanggar syariat islam dan berbagi fitnah wacana junjunganmu," teriaknya.

"Tunggu dulu Baginda, memang saya tidak menolak atas dua pendapat tadi, namun tampaknya kabar yang hingga kepada Paduka tidak lengkap dan seakan-akan saya berkata salah, saya merasa seakan difitnah," terperinci Abu Nawas membela diri.
"Wahai Abu Nawas, apa maksudmu? Janganlah membela diri, engkau telah mengaku dan menyampaikan kabar itu benar adanya," kata baginda.

Abu nawas segera beranjak dari daerah duduknya.
"Wahai Paduka Raja, saya memang melarang rukuk dan sujud, tapi dalam shalat apa? Waktu itu saya menjelaskan dalam shalat jenazah, yang memang tidak perlu ada rukuk dan sujud," terperinci Abu Nawas.

Sang Khalifah Harun Ar-Rasyid mencoba mencerna apa yang dikatakan oelh Abu Nawas. Meski sebelumnya emosinya mulai muncul, namun Raja membenarkan apa yang menjadi pendapat Abu Nawas tersebut.

"Lalu bagaimana wacana fitnah yang engkau iyakan?" tanya Raja.
Oh ketika itu saya sedang membacakan arti Surat Al-Anfal ayat 28 yang berbunyi sebagai berikut,

وَاعْلَمُوا أَنَّمَا أَمْوَالُكُمْ وَأَوْلادُكُمْ فِتْنَةٌ وَأَنَّ اللَّهَ عِنْدَهُ أَجْرٌ عَظِيمٌ

Artinya:
"dan ketahuilah, bahwa hartamu dan anak-anakmu itu hanyalah sebagai cobaan dan Sesungguhnya di sisi Allah-lah pahala yang besar."

"Nah, sebagai seorang ayah dan anak-anakmu, berarti kau suka fitnah (ujian) itu," lanjut Abu Nawas.

Begitu mendengar klarifikasi Abu Nawas yang sekaligus kritikan, Khalifah Harun Ar-Rasyid tertunduk malu, meratapi dan menyadari. Rupanya kedekatan Abu Nawas kepada Raja menyulut iri diantara para pembantu lainnya. Para pembantu raja yang iri ingin memutar balikkan berita, namun informasi tersebut hasilnya sanggup diredam.


Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Melarang Rukuk Dan Sujud Ketika Shalat"

Posting Komentar