Loading...

Misteri Pembunuh Berdarah Hirau Taacuh Yang Menghabisi Lima Bersaudara Berturut-Turut Dalam Waktu Sebulan

Loading...
Tafsimix - cerpen fiksi misteri. Malam itu, Dea tengah berkumpul dengan keluarganya di ruang makan. Sang Ibu meminta Dea memanggil salah satu kakaknya, Rani yang kebetulan belum turun dari kamarnya. Setibanya di kamar sang kakak, Dea menjerit histeris dikala mendapati badan Rani tergeletak bersimbah darah di lantai. Rani yakni anak pertama dari enam bersaudara. Ketika anggota keluarga yang lain datang, sama menyerupai Dea mereka juga begitu histeris.

Saat dokter tiba bersama beberapa polisi, Rani dinyatakan meninggal. Polisi segera menilik lokasi kejadian untuk mengusut kasus tersebut. Di dalam kamar mandi, polisi menemukan pesan teror yang ditulis di cermin memakai darah. Penulis pesan tersebut menyampaikan bahwa seluruh anak dalam keluarga itu akan mati.

Pesan teror tersebut tentu saja menciptakan keluarga Dea panik. Masih belum hilang kesedihan atas kepergian Rani, sekarang mereka harus menghadapi teror yang mengancam keselamatan mereka. Demi keselamatan anak lainnya, polisi tetapkan untuk berjaga-jaga sembari mengusut pelaku di balik pembunuhan tersebut.

Seminggu pasca maut Rani, polisi masih belum sanggup menemukan pelakunya. Namun sebuah pesan teror kembali ditemukan di kamar Nancy, anak kedua di keluarga tersebut. Nancy menjerit ketakutan dikala Ia menemukan sebuah boneka tergantung di atas langit-langit kamarnya. Boneka berukuran menyerupai insan itu digantung di bab leher persis menyerupai orang gantung diri.

Keluarga Dea menjadi sangat panik. Mereka berfikir bahwa salah satu dari mereka akan mati dalam kondisi tergantung. Dugaan mereka ternyata benar. Tepat dua hari sesudah inovasi pesan teror tersebut, Nancy ditemukan tewas tergantung di kamarnya, tak jauh dari posisi boneka yang sebelumnya digantung di sana.

Keluarga Dea kembali berduka. Kematian Nancy menciptakan keluarga itu semakin terpukul. Mereka tidak mengerti siapa orang di balik pembunuhan tersebut dan apa motifnya. Namun sang Ayah lalu meminta polisi untuk menginterogasi salah satu pesaing bisnisnya yang kebetulan sempat bertengkar jago dengannya sebelum maut anak pertamanya, Rani.

Awalnya sang Ayah tidak berfikir hingga ke sana, tapi mengingat perselisihannya dengan orang tersebut sangat sengit, ia berfikir mungkin ada dendam di antara mereka. Tapi dikala polisi menangkap orang yang dimaksud, tidak ada bukti sama sekali yang mengarah ke orang tersebut. Poloisi pun membebaskannya.

Merasa polisi tak cukup membantu, sang Ayah lantas tetapkan untuk menyewa detektif. Sang Ayah juga memasang banyak cctv di sekeliling rumah dan kamar putrinya dengan impian menerima petunjuk. Tapi semua itu tampaknya sia-sia.

Tepat lima hari sesudah maut Nancy, anak ketiga dalam keluarga tersebut, David ditemukan sekarat di dalam bak renang. Meski sempat dilarikan ke rumah sakit untuk menerima pertolongan, nyawa David tidak tertolong dan semakin menambah kesedihan dalam kekuarga Dea.

Polisi segera menilik lokasi kejadian dan mengusut rekaman cctv untuk melihat kejadian hari itu. Namun sama sekali tidak ada petunjuk lantaran dalam rekaman cctv sama sekali tidak terlihat pelaku pembunuhan. Dalam rekaman hanya terlihat David yang berlari ketakutan menuju bak renang. Ketika melompat ke air, David sudah terlihat sekarat.

Lagi-lagi polisi tidak sanggup berbuat apa-apa. Detektif yang disewa sang Ayah pun tidak bisa memecahkan persoalan tersebut. Namun melihat contoh yang terjadi sejauh ini, sang detektif menyampaikan bahwa mereka harus melindungi Leah, anak keempat di keluarga tersebut alasannya yakni kemungkinan besar Leahlah korban selanjutnya.

Leah yang berusia 12 tahun tampak ketakutan mendengar klarifikasi tersebut. Atas saran polisi, keluarga Dea pun pergi meninggalkan rumah untuk sementara. Mereka pergi ke suatu daerah belakang layar yang mereka fikir kondusif untuk keluarga itu. Karena kejadian itu, sang Ayah terpaksa meninggalkan segala urusan bisnisnya alasannya yakni nyawa anaknya jauh lebih penting.

Akan tetapi, upaya mereka untuk lolos dari maut tampaknya tidak membuahkan hasil. Sempat merasa damai selama hampir sepuluh hari, keluarga Dea kembali dikejutkan dengan maut Leah dan adiknya Shena. Kedua gadis kecil itu ditemukan tewas di kamar mereka dikala pagi hari. Anehnya, tidak ada gejala pembunuhan dan mereka terlihat menyerupai sedang tidur.

Kejadian tersebut tentu saja menciptakan orangtua Dea terpukul. Bagaimana tidak, dalam kurun waktu sebulan, lima anak mereka tewas dan hingga dikala ini tidak diketahui siapa pelakunya. Hasil autopsi menyampaikan bahwa Leah dan Shena meninggal lantaran keracunan. Meski begitu siapa yang meracuni mereka masih tetap dalam penyelidikan polisi.

Kejadian yang menimpah keluarga Dea dalam kurun waktu sebulan ini menciptakan sang Ibu sangat terpukul. Meski masih ada Dea, satu-satunya anak yang masih hidup, sang Ibu terlihat menyerah. Ia bahkan menggerutu bahwa Dea juga akan pergi. Bukannya simpati, sang detektif yang disewa oleh Ayah Dea malah menuduh sang Ibu sebagai dalang di balik pembunuhan tersebut.

Tentu saja tuduhan itu menciptakan Ayah Dea terkejut. Begitu juga sang istri. Namun dikala sang detektif menghadirkan sebuah rekaman cctv, Ayah Dea terlihat shock. Dalam rekaman itu terlihat Ibu Dea mencampurkan sesuatu ke dalam susu yang selanjutnya akan diminum oleh Leah dan Shena. Namun ternyata, Ibu Dea hanya mencampurkan obat yang memang biasa dikonsumsi oleh anaknya.

 Dea tengah berkumpul dengan keluarganya di ruang makan Misteri Pembunuh Berdarah Dingin yang Menghabisi Lima Bersaudara Berturut-turut dalam Waktu Sebulan

Sambil menatap penuh kebencian ke arah Dea, sang Ibu lantas menuduh Dea, gadis kecil berusia 7 tahun sebagai pembunuh. Hal itu tentu menciptakan semua orang terkejut. Sedangkan Dea eksklusif menangis dan menghampiri Ayahnya.

Ayah Dea lalu meminta sang Ibu untuk tetap damai dan berfikir jernih. Pria itu tidak habis fikir bagaimana sang istri bisa menuduh gadis kecil menyerupai Dea sebagai pembunuh. Tentu saja tidak ada yang percaya kalau bocah kecil yang polos itu bisa membunuh lima suadaranya dengan kejam. Sekalipun Dea yakni anak angkat, sang Ayah tak percaya bahwa Dea yang melakukannya.

Akan tetapi, beberapa polisi yang tiba sesudah itu membenarkan tuduhan sang Ibu. Menurut rekaman cctv yang diselidiki polisi, Dea terlihat bersembunyi di balik sebuah pot flora besar ketika David sekarat di dalam bak renang. Dalam rekaman itu, David juga terlihat mengarahkan pandangannya ke arah pot tersebut.

Seolah menguatkan dugaan tersebut, Ibu Dea lalu menjelaskan bahwa malam itu Ia meminta Dea untuk mengantarkan susu pada kakaknya. Jika memang Leah dan Shena meninggal lantaran racun, maka Ia yakin bahwa Dealah pelakunya. Pernyataan tersebut balasannya dibenarkan oleh salah seorang penjaga rumah yang mengaku melihat Dea mencampurkan sesuatu ke dalam susu yang Ia bawa.
Sumber http://kitatafsi.blogspot.com

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Misteri Pembunuh Berdarah Hirau Taacuh Yang Menghabisi Lima Bersaudara Berturut-Turut Dalam Waktu Sebulan"

Posting Komentar