Membuat Bot Telegram Dengan Framework Telegraf

Loading...
Membuat Bot Telegram dengan Framework Telegraf Membuat Bot Telegram dengan Framework Telegraf

Framework atau kerangka kerja intinya dibentuk untuk memudahkan atau mempersingkat suatu pekerjaan alasannya semuanya telah tersedia dan terstruktur jadi kita tidak perlu membuatnya dari nol. Tugas kita tinggal rajin-rajin saja membaca dokumentasi yang telah disediakan pada framework tersebut.

Dalam kaitannya dengan telegram bot, berbagai framework-framework yang tersedia dengan bermacam-macam bahasa pemrograman, tinggal pilih saja mana yang cocok untuk kita.
Sesuai judul postingan, kali ini kita akan membahas salah satu dari framework telegram bot yang dibentuk dengan bahasa pemrograman NodeJS, yaitu Telegraf.

Perlu diketahui, aku bukan seorang penulis kode, bukan developer dan juga bukan orang yang berlatar belakang IT. Saya hanya seorang end user yang gemar ngoprek 😀.

Oke mungkin cukup ngalor ngidulnya kini eksklusif saja. Sebelum kita memasang telegraf pastikan NodeJS nya telah terpasang pada PC atau laptop yang kita gunakan, cara memasangnya sanggup dilihat disini bila kita akan menggunakannya secara lokal. Jika mau pakai VPS (Virtual Private Server) atau layanan cloud online lainnya juga silahkan.

N E X T . .

Persiapan Project
Oiya, disini aku menggunakan sistem operasi Linux, tepatnya Ubuntu MATE 16.04, bila menggunakan sistem operasi lain silahkan diadaptasi sendiri 😅.
Buka terminal CTRL+ALT+T dan buat sebuah folder dimana proyek kita akan diletakkan, disini aku menamai folder tersebut telegraf_bot.
mkdir telegraf_bot
Masuk ke folder proyek.
cd telegraf_bot
Seperti biasa dalam sebuah proyek NodeJS pada tahap awal kita harus melaksanakan inisiasi (init) terlebih dahulu.
npm init
Kita akan disuguhkan dengan beberapa pertanyaan, silahkan diadaptasi dengan proyek yang akan kita buat. Setelahnya akan didapati berkas gres berjulukan package.json, kurang lebih isinya yaitu sebagai berikut.
{   "name": "telegraf_bot",   "version": "1.0.0",   "description": "bot telegam dengan framework telegraf",   "main": "index.js",   "scripts": {     "start": "node index.js"   },   "author": "Rizky",   "dependencies": {     "telegraf": "^3.17.0"   } } 

Perhatikan rujukan diatas pada bab main dan scripts, nama berkasnya yaitu index.js. Kaprikornus nanti kita harus menciptakan berkasnya dengan nama index.js.

Memasang Telegraf
npm i telegraf

Menulis Skrip
Seperti telah dijelaskan diatas, saatnya kita menciptakan berkas gres dengan nama index.js, kemudian buka berkas tersebut dengan penyunting teks kesayangan Anda dan salinlah skrip berikut ini.
/*---------------------------------- Create Simple Telegram bot  with Telegraf Framework   NodeJS -----------------------------------*/  const Telegraf = require('telegraf') const bot = new Telegraf('ISI TOKEN')  bot.on('text', (ctx) => {  console.log(ctx.message)   if (ctx.message.text == '/start') {     ctx.replyWithHTML(      '<i>Welcome</i> <b>'+ ctx.from.first_name +'</b>',   {'reply_to_message_id':ctx.message.message_id})}   if (ctx.message.text == '/hey') {     ctx.replyWithMarkdown(      'Hey *'+ ctx.from.first_name +'*',   {'reply_to_message_id':ctx.message.message_id})}   })  bot.startPolling()
Berikut klarifikasi dari skrip diatas.
  • const mendefinisikan sebuah variable yang nilainya tetap, sama halnya dengan define pada bahasa pemrograman PHP.
  • const Telegraf : konstanta Telegraf dari framework telegraf.
  • const bot : konstanta bot, yang akan kita isi dengan TOKEN yang didapat dari Membuat Bot Telegram untuk Personal Notifikasi".
  • ctx : contextdokumentasinya selengkapnya http://telegraf.js.org/context.html
  • bot.on('text' : merupakan listener bila pesan yang masuk yaitu text.
  • console.log(ctx.message) :  digunakan untuk debug incoming message ke terminal atau console.
  • ctx.reply : ini sudah terperinci yaitu mengirimkan atau membalas pesan yang masuk. Pada rujukan diatas lihat ctx.replyWithHTML, berarti mengirimkan akhir kepada user dengan gaya HTML selengkapnya lihat #html-style. Sedangkan ctx.replyWithMarkdownberarti mengirimkan akhir kepada user dengan gaya Markdown selengkapnya lihat #markdown-style
  • bot.startPolling() : menggunakan metode long polling, alasannya aku menjalankannya secara lokal, akan berbeda bila menggunakan webhook.
Oke aku rasa klarifikasi diatas sudah cukup, kini mari kita lihat kesannya pada gambar berikut ini. 

Membuat Bot Telegram dengan Framework Telegraf Membuat Bot Telegram dengan Framework Telegraf

Sedangkan di terminal atau console yaitu sebagai berikut.

Membuat Bot Telegram dengan Framework Telegraf Membuat Bot Telegram dengan Framework Telegraf


Demikianlah citra mengenai cara menciptakan bot telegram degan framework Telegraf. Untuk skripnya silahkan dikustomisasi dan diexplore lebih lanjut. Jangan lupa untuk membaca dokumentasinya. Selamat berkreatifitas!

Sumber https://www.wadagizig.com
Loading...

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Membuat Bot Telegram Dengan Framework Telegraf"

Posting Komentar