loading...

Temukan Mayit Perempuan Di Hutan, Laki-Laki Ini Antar Warga Pada Mayatnya Sendiri

Loading...
Tafsimix - Cerpen Fiksi Horor. Belakangan ini saya mencicipi ada yang asing dalam hidupku. Entah mengapa saya selalu merasa ada sesuatu yang mengikutiku kemanapun ku pergi. Seringkali bulu kudukku bangun dengan tiba-tiba dan di dikala bersamaan udara di sekitarku menjadi lebih hambar sampai-sampai saya menggigil dibuatnya.

Sore itu, sepulang dari sawah saya mendengar jeritan dari arah hutan. Jeritan tersebut berasal dari seorang perempuan yang berteriak meminta tolong. Dengan sigap saya berlari menuju sumber bunyi dan setibanya di sana, betapa terkejutnya saya mendapati seorang perempuan bergeletak tak berdaya.

Aku tidak tahu bagaimana mengatakannya tetapi saya sangat yakin bahwa perempuan itu sudah meninggal. Namun dikala para warga datang, mayit perempuan tersebut sudah tidak ada di tempatnya. Tak seorang pun mempercayaiku alasannya yakni saya tak punya bukti sama sekali. Fenomena tersebut terang menciptakan bulu kudukku berdiri. Tidak hanya berada bersahabat dengan mayat, tapi juga berhadapan dengan keanehannya tentu membuatku gusar.

Ketika lokasi itu menjadi sangat sepi lantaran para warga serentak meninggalkanku, saya kembali mendapati sosok perempuan yang terbaring tak bernyawa. Wanita yang sama persis ibarat yang saya lihat sebelumnya. Hanya saja kali ini mata perempuan itu ibarat meneteskan airmata.

 Belakangan ini saya mencicipi ada yang asing dalam hidupku Temukan Mayat Wanita di Hutan, Pria ini Antar Warga pada Mayatnya Sendiri

Aku bertanya-tanya dalam hatiku. Bagaimana sanggup mayat itu menghilang dikala para warga tiba dan muncul kembali begitu mereka pergi. Aku sangat galau dengan apa yang bergotong-royong terjadi. Tapi kebingunganku seolah sirna dikala aroma dari mayat tersebut seolah menghajar indera penciumanku tanpa ampun.

Di antara ketakutanku yang semakin menjadi-jadi. Aku tetapkan untuk memberitahu warga lagi namun tentu saja tidak ada yang mempercayaiku. Bukannya membantu mereka malah memarahiku dan menyebutku kurang kerjaan. Salah satu dari mereka bahkan menyebutku gila.

Karena tidak sanggup sumbangan dari seorangpun, saya yang merasa kasihan dengan perempuan malang itu tetapkan untuk membopongnya di pundakku. Aku berniat membawanya ke kampung biar warga sanggup melihatnya secara pribadi dan mempercayaiku.

Dengan susah payah saya berhasil menaikkan mayat itu ke pundakku dan mulai berjalan tertatih. Namun sehabis berjalan cukup jauh saya malah kembali ke posisi awal dimana saya menemukan mayat itu. Tak mau mengalah begitu saja, saya mencobanya berkali-kali namun lagi-lagi saya kembali ke daerah terkutuk itu.

Aku menjadi keheranan setengah mati. Keringatku bercucuran dan sekarang saya tidak hanya ketakutan tapi juga mulai kehabisan tenaga. Hari sudah mulai gelap dan saya tidak tahu harus berbuat apa. Satu-satunya yang sanggup kulakukan yakni berlari dikala mayat yang kubaringkan di sampingku menatap ke arahku dengan mata melotot dan menyampaikan selamat datang.

Aku berlari pontang panting tak tentu arah. Ketika ganjal kakiku terlepas, saya sanggup mencicipi dengan terang bacokan duri tajam pada kakiku namun semua seolah tak penting lantaran saya terus berlari seolah berpacu dengan degup jantungku sendiri.

Dan entah berapa hari sehabis itu, saya mendapati warga berdatangan untuk mengevakuasi sesosok mayat yang tidak asing bagiku. Mayat itu sangat kukenal alasannya yakni saya mengenakan wajahnya setiap hari sepanjang hidupku. Mayat itu tampak sudah membiru dan terjebak di antara semak berduri.

Di antara kerumunan yang heboh dengan inovasi mayat, kulihat perempuan bergaun putih yang tersenyum ke arah mayat itu. Aku ingat betul siapa perempuan itu. Dia yakni perempuan yang kubunuh dan kukubur tak jauh dari tempatku menjadi mayat.

Dari posisiku yang tak sadar betul, saya masih mencicipi ketakutan yang luar biasa manakala tak seorangpun di sana menyadari kehadiranku. Aku mencoba berteriak namun tak seorangpun bergeming. Satu-satunya orang yang matanya tertuju padaku hanyalah seorang lelaki bau tanah dengan tasbih di tangannya. Itu pun saya tidak yakin apakah beliau insan atau bukan.
Sumber http://kitatafsi.blogspot.com
Loading...

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Temukan Mayit Perempuan Di Hutan, Laki-Laki Ini Antar Warga Pada Mayatnya Sendiri"

Posting Komentar