Loading...

Iseng Nyanyikan Lingsir Wengi Ketika Tak Dapat Tidur, Laki-Laki Ini Kedatangan Tamu Tak Diundang Di Sudut Kamarnya

Loading...
Tafsimix - cerpen fiksi horor. Malam itu saya dan Wawan hanya berdua di kos lantaran anak yang lain pada pulang kampung. Aku dan Wawan kebetulan masih mempunyai beberapa urusan di kampus jadi belum bisa pulang. Karena cuma berdua, suasana kos malam itu sangat sepi. Setelah makan malam, Wawan mengajakku ke kampus untuk berburu wifi gratis. Sebenarnya malam itu saya malas sekali untuk keluar, tapi daripada sendirian di kos kaya orang aneh lebih baik saya ikut Wawan.

Seperti biasa, lokasi favorit kami untuk menikmati wifi gratis yaitu gedung jurusan ilmu komunikasi yang letaknya termasuk di ujung kampus. Gedung tersebut berada agak menjorok ke dalam sehingga tidak terlihat dari jalan. Karena sudah ekspresi dominan libur, malam itu daerah tersebut terlihat sepi. Padahal biasanya banyak mahasiswa berkumpul di sana hingga larut malam.

Setibanya di lokasi saya segera mengambil posisi di dekat jendela lantaran ada cok sambung yang bisa dipakai untuk mencharge baterai laptop. Sementara Wawan mengambil posisi tak jauh dariku. Ia duduk di sebuah dingklik watu dan mulai sibuk dengan aktivitas browsingnya. Biasanya sih ia paling hobi searching video stand up komedi di youtube. Tapi malam itu tampaknya ia membuka sesuatu yang di luar kebiasaannya.

Saat kulihat Wawan begitu motan menatap layar laptopnya, saya jadi penasaran. Apa yang bergotong-royong sedang Ia tonton sehingga matanya seakan-akan tidak berkedip. Aku meletakkan laptopku di lantai dan menyusul ke tempatnya. Ternyata Wawan sedang menonton sebuah video yang mengulas mitos perihal sebuah lagu berjudul lingsir wengi yang katanya merupakan lagu pemanggil kuntilanak.

Melihat judulnya saja sudah membuatku bergidik. Saat itu Wawan menawarkanku untuk mendengarkan lagu itu melalui headsetnya tapi saya menolak. Sebagai orang yang penakut penakut tentu saja saya tidak mau ambil resiko mendengarkan sebuah lagu yang mungkin akan membuatku bermimpi jelek atau bahkan lebih parah membuatku tidak bisa tidur.

Wawan lantas tertawa sembari meledekku. Ia bilang saya penakut dan terlalu percaya pada mitos. Well, jujur saja saya memang penakut dan bagaimanapun saya memang mempercayai beberapa mitos yang bekerjasama dengan dunia ghaib termasuk mitos mengenai kuntilanak. Mendengar namanya saja sudah membuatku merinding lantaran saya pribadi terbayang sosok menakutkan itu.

Aku kembali ke posisiku semula dan melanjutkan kegiatanku yang sebelumnya kutinggal. Angin malam yang bertiup sepai-sepoi entah mengapa menciptakan bulu kudukku berdiri. Sambil mengusap-usap pundak, saya mengeluarkan jaket yang memang sengaja kubawa kalau-kalau cuaca malam itu tidak bersahabat.

Baca juga : Dikira Hilang Karena Diculik Penjahat, Bocah ini Ternyata Disembunyikan Sosok ini. Simak kisah faktual pengalaman bocah diculik makhluk mistik ketika main petak umpet.

Melihat gerak-gerikku tersebut, Wawan kembali tertawa sambil meledekku. Tak peduli dengan ocehannya saya kembali fokus pada layar laptopku. Tak berapa usang saya mendengar notifikasi pesan masuk dari facebook. Dan ketika kubuka, ternyata pesan itu dari Wawan yang sengaja mengirimiku gambar kuntilanak. Sontak saja hal itu membuatku mengumpat ke arahnya. Sementara Wawan tertawa geli melihat verbal dan repetanku.

Gara-gara ulah Wawan itu, saya pun jadi merinding. Kupandangi sekeliling kami dan kusadari hanya tinggal kami berdua di sana. Langit sudah semakin gelap dan entah mengapa malam itu tiba-tiba menjadi cuek sekali. Entah lantaran baper atau lantaran memang dingin, yang niscaya saya beberapa kali mencicipi tubuhku menggigil.

Sekitar jam sepuluh saya mengajak Wawan pulang, tapi Dia tampaknya masih asyik dengan tontonannya. Wawan berdalih bahwa ia sedang mendownload video jadi Ia memintaku untuk menunggu. Sekitar jam sebelas kurang, kami balasannya meninggalkan daerah itu untuk kembali ke kos. Di sepanjang perjalanan saya merasa tidak damai lantaran jalanan sangat sepi.

Untuk menghemat waktu, Wawan mengajakku mengambil jalan pintas melalui fakultas keperawatan. Itu yaitu kali pertama saya melewati fakultas tersebut. Banyaknya pepohonan yang tinggi dan rimbun ditambah minimnya cahaya penerangan menciptakan jalanan yang kami lalui berasa begitu menyeramkan.

Menyadari kecemasanku, Wawan yang jahil pun kembali mengingatkanku pada mitos kuntilanak yang tadi Ia tonton. Ia bahkan sengaja menyanyikan lagu lingsir wengi untuk menakut-nakutiku. Sontak saja saya memukul pundaknya dan berlari kencang ketika saya tak sengaja menangkap sosok bayangan berkelabat melintas tak jauh dari kami.

Baca juga : Kumpulan Cerpen Horor Dua Kalimat yang Seram Abis. Siapa Bilang kisah horor itu harus panjang? Simak kisah horor yang cuma dua kalimat ini.

Saat itu Wawan ikut berlari namun Ia terus tertawa meledekku. Ia juga tak percaya dengan apa yang kulihat dan menuduhku hanya mengarang cerita. Karena kesal, saya tidak lagi menanggapi candaan Wawan dan memutuskan untuk segera masuk ke kamarku. Wawan sempat membujukku untuk tidak pribadi tidur lantaran ia masih belum mengantuk. Tapi lantaran kesal dan memang sudah capek, saya memutuskan untuk tidur lebih dulu.

Belum begitu pulas, kurang jelas kudengar Wawan bernyanyi di kamarnya. Awalnya saya tidak ngeh dengan lagu yang ia nyanyikan hingga balasannya kudengar bunyi jeritan yang berasal dari kamar Wawan. Jeritan itu yaitu jeritan Wawan. Sontak saja saya terbangun dan berlari ke luar kamar untuk melihat apa yang terjadi.

 Malam itu saya dan Wawan hanya berdua di kos lantaran anak yang lain pada mudik Iseng Nyanyikan Lingsir Wengi Saat Tak Bisa Tidur, Pria Ini Kedatangan Tamu Tak Diundang di Sudut Kamarnya

Di waktu yang bersamaan, kulihat Wawan berlari pontang-panting dengan wajah pucat menuju ke kamarku. Aku pun segera bertanya apa yang terjadi. Ternyata, Wawan iseng-iseng menyanyikan lagu lingsir wengi versi gubahan yang liriknya sudah diubah. Di tengah-tengah nyanyiannya, Wawan mengaku dikejutkan dengan penampakan yang ia yakini yaitu sosok kuntilanak di sudut kamarnya. Wawan menyadari kemunculan sosok tersebut sehabis melihat bayangannya di cermin.

Sontak saja hal itu membuatku ketakutan setengah mati. Meski awalnya saya berfikir untuk mengejek Wawan dan menyebutnya kualat, namun pada balasannya saya tidak bisa berkata-kata lantaran Wawan juga terlihat ketakutan. Alhasil, malam itu Wawan menumpang tidur di kamarku dan kami gres berhasil memejamkan mata sekitar jam tiga dini hari.
Sumber http://kitatafsi.blogspot.com
Loading...

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Iseng Nyanyikan Lingsir Wengi Ketika Tak Dapat Tidur, Laki-Laki Ini Kedatangan Tamu Tak Diundang Di Sudut Kamarnya"

Posting Komentar