loading...

Diduga Tewas Di Tangan Perampok, Diam-Diam Kematian Sang Ibu Hasilnya Terbongkar 10 Tahun Kemudian

Loading...
Tafsimix - Cerpen fiksi misteri. Raya berusia 5 tahun ketika sang Ibu ditemukan tewas bersimpah darah di salah satu kamar di rumah mereka. Kerusakan pada salah satu jendela dan hilangnya banyak sekali tambahan memunculkan dugaan bahwa sang Ibu tewas di tangan perampok. Namun tidak ada jejak ataupun bukti lain yang sanggup mengambarkan dugaan tersebut sehingga janjkematian sang ibu masih menjadi misteri.

Pada alhasil perkara janjkematian ibu Raya ditutup dan perampokan ditetapkan sebagai penyebab kematiannya. Akan tetapi, sepuluh tahun sehabis janjkematian sang Ibu, salah satu paman Raya melaporkan sang Ayah ke polisi atas tuduhan pembunuhan. Sang paman meyakini bahwa Ayah Rayalah yang membunuh kakaknya.

Tuduhan itu muncul sehabis sang Paman tanpa sengaja menemukan sebuah kotak tambahan yang berisi beberapa tambahan Ibu Raya yang dulu dilaporkan hilang. Ia menemukannya ketika mencari album usang di gudang. Penemuan tersebut sangat mengejutkannya dan tanpa pertimbangan lain, ia pribadi menaruh curiga pada kakak iparnya.

Kasus janjkematian Ibu Raya pun kembali dibuka. Bersama tim pengacaranya, Paman Raya berhasil mengumpulkan banyak sekali barang bukti yang mengacu kepada Ayah Raya sebagai dalang di balik janjkematian sang Ibu. Pria itu bahkan berhasil menemukan rekaman cctv yang ketika penyelidikan sebelumnya tidak ditemukan.

 tahun ketika sang Ibu ditemukan tewas bersimpah darah di salah satu kamar di rumah mereka Diduga Tewas di Tangan Perampok, Rahasia Kematian Sang Ibu Akhirnya Terbongkar 10 Tahun Kemudian

Rekaman cctv tersebut memperlihatkan beberapa peristiwa sebelum janjkematian Ibu Raya. Dari rekaman tersebut diketahui bahwa sebelum kematiannya, Ibu Raya sempat bertengkar dengan sang Ayah. Dalam rekaman tersebut bahkan terlihat terang bahwa sang Ayah begitu marah.

Dugaan pun semakin mengacu kepada sang Ayah ketika salah satu rekaman memperlihatkan laki-laki tersebut sedang menyeret jasad istrinya yang diduga ketika itu sudah tidak bernyawa. Barang bukti tersebut sangat memberatkan sang Ayah sehingga pengadilan pun menetapkan Ayah Raya bersalah dan menjatuhinya eksekusi penjara.

Raya tidak terima dengan putusan Hakim yang menyatakan Ayahnya bersalah. Meski begitu, gadis itu hanya sanggup menangis. Ia menghabiskan banyak waktu mengurung diri di kamar dan tidak menyangka sang Ayah ialah pembunuh di balik janjkematian sang Ibu.

Untuk sesaat, Raya berfikir bahwa Ayahnya benar-benar kejam, tapi sesaat lalu Ia mencoba meyakinkan dirinya untuk kesekian kali bahwa sang Ayah mustahil membunuh Ibunya. Ia yakin sekali bahwa sang Ayah begitu menyayangi mendiang Ibunya.

Oleh lantaran itu, rahasia Raya mencoba mencari cara untuk mengambarkan bahwa Ayahnya tidak bersalah. Setelah mempelajari rekaman cctv yang berhasil ia curi dari sang paman, Raya pun mulai merasa bahwa instingnya benar. Ia semakin yakin bahwa sang Ayah tidak bersalah lantaran rekaman tersebut tidak benar-benar memperlihatkan bahwa sang Ayalah yang membunuh ibunya.

Dari pengamatannya tersebut, Raya pun menyadari bahwa ada beberapa kepingan yang hilang dalam rekaman cctv itu. Kenyataan tersebut menciptakan Raya menaruh curiga pada sang paman lantaran sang pamanlah yang begitu ngotot ingin memenjarakan Ayahnya. Apalagi, sepengetahuan Raya, Ayah dan pamannya sama sekali tidak pernah akur.

Raya alhasil menetapkan untuk membela sang Ayah. Bersama orangtua Ayahnya, Raya menghubungi seorang pengacara untuk mengajukan banding. Namun lantaran Raya tidak punya cukup bukti, sang pengacara tidak sanggup berbuat banyak.

Mengetahui tindakan Raya yang membela Ayahnya menciptakan sang paman murka. Namun lantaran Raya tidak menggubrisnya dan seolah mengacuhkannya, sang paman lantas keceplosan. Pria itu menyampaikan bahwa Ayah Raya memang tidak membunuh sang Ibu tapi Ia pantas membusuk di penjara atas kesombongannya.

Dari ucapan sang Paman, Raya sanggup melihat dengan terang bahwa ada dendam pribadi dari sang Paman tehadap Ayahnya. Dan ucapan tersebut secara tidak pribadi menegaskan bahwa Ayahnya tidak bersalah. Raya lalu segera menginterogasi sang paman dan menuduhnya merekayasa barang bukti untuk memenjarakan Ayahnya. Raya juga mengutuk sang paman atas tindakannya itu.

Meski benar, tuduhan Raya terhadap sang paman tampaknya menciptakan emosi laki-laki itu memuncak. Sang paman lantas membawa rekaman cctv yang lengkap dan memberikannya kepada Raya. Sebelum pergi, sang paman menyampaikan kepada Raya bahwa kebenaran kadangkala jauh lebih menyakitkan dari sebuah kebohongan.

Raya yang sudah tidak berempati pada sang paman pun tidak menggubris ucapan tersebut. Seperti tak sabar, Ia segera pergi ke kamarnya untuk menyidik rekaman tersebut. Ia menentukan untuk mempelajarinya terlebih dahulu sebelum membawanya ke pengacara.

Akan tetapi, kebenaran yang terungkap dari rekaman lengkap tersebut pada alhasil benar-benar menciptakan Raya hancur. Orang yang selama ini seharusnya bertanggungjawab atas janjkematian sang ibu tidak lain dan tidak bukan ialah Raya sendiri.

Rekaman tersebut memperlihatkan kecelakaan yang menimpah sang Ibu akhir kecerobohan yang dilakukan oleh Raya. Saat itu Raya menyerakkan banyak mainan dan makanan di tangga sehingga menciptakan sang Ibu marah. Bukannya membereskan mainan itu, Raya malah pergi ke kamar dan membiarkan semuanya berantakan.

Sang Ibu yang tengah sibuk tak sengaja menginjak bekas makanan yang berserak di lantai dan tergelincir dari tangga. Ketika sang Ayah datang di rumah, Ia terkejut mendapati istrinya tergeletak di lantai bersimpah darah. Sang Ayah kemungkinan tahu bahwa peristiwa alam yang menimpah istrinya merupakan akhir dari kecerobohan Raya.

Tak ingin putrinya disalahkan atas peristiwa tersebut dan tidak ingin Raya merasa bersalah seumur hidup atas janjkematian sang Ibu, Ayah Raya lantas merekayasa penyebab janjkematian sang istri dan berusaha menyembunyikan barang bukti yang mengarah pada Raya. Kenyataan tersebut lalu dimanfaatkan sang paman untuk membalaskan dendamnya pada Ayah Raya.
Sumber http://kitatafsi.blogspot.com
Loading...

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Diduga Tewas Di Tangan Perampok, Diam-Diam Kematian Sang Ibu Hasilnya Terbongkar 10 Tahun Kemudian"

Posting Komentar