Loading...

Berkunjung Ke Gedung Bau Tanah Peninggalan Belanda, Gadis Ini Jatuh Pingsan Menyaksikan Sejarah Kelam Daerah Itu

Loading...
Tafsimix - cerpen fiksi horor. Di penghujung semester, Tika dan teman-teman sekelasnya memutuskan untuk berlibur bersama ke salah satu kota renta di pulau Sumatera. Didampingi dua orang guru, mereka berangkat memakai sebuah bus pariwisata sempurna sehari sehabis mendapatkan rapor. Setelah menempuh perjalanan sekitar 8 jam, mereka pun datang di sebuah mess milik pemerintah. Di sanalah mereka akan menginap.

Karena datang di kota itu malam hari, sehabis makan malam para murid diminta segera istirahat di kamar mereka masing-masing. Dalam satu kamar diisi oleh empat orang. Karena berkebutuhan khusus, Tika diharuskan sekamar dengan guru yang menemani mereka berlibur. Akibatnya, Tika merasa tidak leluasa dan harus segera tidur alasannya sang guru terus mengawasinya.

Tak usang sehabis memejamkan mata, Tika tersentak alasannya merasa ada seseorang menarik selimutnya. Saat melihat ke sekitar, Ia mendapati semua orang di kamar itu sudah tertidur lelap. Tak mau ambil pusing, Tika kembali menarik selimutnya ke atas menutupi seluruh tubuhnya hingga ke dada.

Dengan susah payah, Tika pun kembali mencoba memejamkan mata. Namun lagi-lagi Ia dikejutkan oleh seseorang yang menarik selimutnya. Tika pun lantas bergumam dan mengumpat dalam hati. Saat Tika membuka mata, Ia berhasil menangkap berair pelakunya. Tapi hal itu sontak menciptakan Tika menjerit sehingga mengejutkan semua penghuni mess.

Sambil menangis, Tika pun mencoba menjelaskan apa yang Ia alami. Saat penjaga mes datang di sana Ia menyampaikan bahwa Tika hanya berhalusinasi. Namun ketika semua murid sudah kembali ke kamar mereka masing-masing, penjaga tersebut memberitahu fakta bekerjsama kepada sang guru. Karena khawatir, sang guru meminta penjaga mess untuk berjaga di akrab kamar mereka.

Baca juga : Berziarah ke Makam Nenek, Bocah ini Sampaikan Pesan sang Nenek pada Ibunya. Cerita horor wacana pertemuan seorang bocah dengan sang nenek yang gres saja meninggal.

Keesokan harinya, aktivitas mereka berjalan dengan lancar. Dimulai dengan kunjungan ke sebuah museum, mereka selanjutnya berkunjung ke sebuah bangunan bersejarah peninggalan zaman Belanda. Di sana, mereka mengabadikan kebersamaan lewat sejumlah foto. Semua murid berdecak kagum melihat panaroma yang disuguhkan di daerah tersebut.

Suasana suka cita tersebut alhasil terganggu alasannya lagi-lagi Tika menjerit secara tiba-tiba. Saat guru dan pemandu menghampirinya, Tika menyampaikan bahwa Ia melihat sosok yang sebelumnya Ia lihat di kamar. Karena begitu yakin dengan penglihatannya, Tika pun membantah sang guru yang menyampaikan Ia hanya berhalusinasi. Tika kemudian mencoba menjelaskan ciri-ciri orang yang Ia lihat.

Mendengar ciri-ciri tersebut, pemandu yang menemani mereka terlihat gelisah. Karena bencana itu, aktivitas di daerah tersebut terpaksa disudahi. Mereka alhasil kembali lebih awal dari agenda yang ditentukan. Meski ada beberapa murid yang protes, namun mereka tidak sanggup menolak ketika sang guru meminta mereka untuk kembali ke penginapan.

Ketika hari sudah mulai gelap, beberapa murid laki-laki terlihat bermain di halaman depan penginapan. Sebagian duduk di bawah pohon menikmati matahari tenggelam. Tika yang ketika itu luput dari perhatian sang guru berjalan seorang diri menuju ke sebuah bangunan renta yang terletak di satu areal dengan penginapan mereka. Entah apa yang membawanya ke sana, namun bunyi jeritan Tika kembali terdengar sehingga menciptakan semua orang panik.

Tika ditemukan pingsan di atas anak tangga di dalam sebuah gedung renta yang sudah usang tidak dibuka. Hal itu menciptakan penjaga mess heran bagaimana Tika sanggup masuk ke gedung tersebut alasannya selama ini gedung itu dalam kondisi terkunci.

Saat sadarkan diri, Tika terlihat damai namun tingkahnya menjadi aneh. Gadis itu tiba-tiba bercerita kepada semua orang wacana kekejaman yang dialami oleh seorang gadis yang tewas tertembak di bab kepalanya. Penjaga mes membenarkan kisah yang diceritakan oleh Tika namun laki-laki itu terlihat berbisik kepada salah satu temannya.

teman sekelasnya memutuskan untuk berlibur bersama ke salah satu kota renta di pulau Sumater Berkunjung ke Gedung Tua Peninggalan Belanda, Gadis Ini Jatuh Pingsan Menyaksikan Sejarah Kelam Tempat Itu

Pria yang dibisiki kemudian terlihat berlari meninggalkan daerah itu. Hal itu menciptakan para murid bertanya-tanya. Tak berapa usang kemudian, laki-laki itu kembali bersama seorang perempuan renta yang berjalan mengenakan tongkat. Di waktu yang bersamaan, para murid menjauh ketakutan alasannya Tika tiba-tiba tertawa dengan bunyi yang tidak mereka kenali.

Untuk sesaat para murid berhasil menangkap sosok lain yang merasuki badan Tika. Sosok itu ialah seorang gadis yang alami luka tembak di bab dahinya. Saat perempuan renta itu mendekatinya, Tika berteriak sembari mengucapkan kalimat dalam bahasa yang tidak mereka pahami. Wanita renta itu tampak memahami apa yang disampaikan Tika dan mengucapkan sesuatu sebagai balasan.

Baca juga : Terlalu Dekat dengan sang Ibu, Gadis ini Susul Sang Ibu dengan Cara yang Tragis. Kisah horor wacana murid sma yang alami bencana naas setahun sehabis janjkematian Ibunya.

Dalam momen tersebut, semua murid terlihat panik alasannya wajah Tika tampak berubah dan gadis malang itu merintih kesakitan. Ketika perempuan renta itu memegang kepalanya, bunyi erangan yang berasal dari badan Tika semakin terdengar kuat. Suara itu melengking tinggi hingga alhasil menghilang bersama hilangnya kesadaran Tika. Karena bencana tersebut, para murid terpaksa dipindahkan ke rumah warga sekitar.
Sumber http://kitatafsi.blogspot.com
Loading...

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Berkunjung Ke Gedung Bau Tanah Peninggalan Belanda, Gadis Ini Jatuh Pingsan Menyaksikan Sejarah Kelam Daerah Itu"

Posting Komentar