Puisi Tentang Bullying Dan Ucapan Untuk Guru Di Hari Pendidikan Nasional

kumpulan puisi pendek pendidikan yang ku pikir ini adalah sesuatu yang lucu tentang di mana seorang anak sd menuliskan sebuah puisi kejadia di sekolah dan mungkin ini merupakan contoh puisi pendidikan bahkan lebih untuk kamu aplikasi sebagai soal pelajaran karya seni di sekolah mu.

tema puisi ini menyangkut tentang guru dan bagaiman seseorang menyatakan sebuah ke jujuran terhadap seorang guru yang mungkin dia adalah seorang panutan namun dalam sisi komedi namun masih dalam tahap wajar serta tidak menyinggung menjunjung sopan santun tatak rama dan etika dalam pendidikan.

lihat juga : puisi terbaik untuk ibu tercinta yang bisa kamu manfaatkan dan juga masih banyak lagi di antaranya sajak tentang terima kasih dan masih banyak lagi

puisi tema pendidikan 3 bait ini sengaja di tuliskan sepeti bagai mana mestinya dan ku harap kamu bisa merubah isi dalam kata tersebut jangan di buat se mirip mungkin karena ini semua demi menambah wawasan serta kemampuan mu agar bisa berpikir secara baik kalau contoh ini di tulis secara bagus dan kamu membacanya secara total lalu kapan kamu bisa belajar?

nah oleh karena itu mari kita langsung saja simak sebuah barisan puisi pendidikan nasional

puisi pendidikan nasional


hari ini guru gagal mengajar


Hari ini guru kentut.
Itu bau yang mengerikan.
Itu seperti telur yang membusuk,
Langsung dari kedalaman neraka!

Dia mencoba merahasiakannya
Dengan duduk dalam kelompok.
Tapi itu benar-benar jelas,
Saat dia berkata, "Siapa yang membuang kotoran itu?"

Dia mengacaukan wajahnya yang terang dan merah
Dan menyalahkan semua itu pada Claire.
Tapi kemudian saat aku butuh bantuan,
Bau busuk itu mengitari kursinya!

Dia menghindari kontak mataku
Dan menandai pekerjaan saya berwarna hijau.
Tapi dia tahu bahwa baunya berbau
Apakah busuk dan sangat cabul.

Aku bertanya apa bau itu?
Dia bilang dia tidak tahu apa-apa.
Saya berharap kepada Tuhan bahwa bau telur
Apakah kentut dan bukan kotoran?

Hari ini guru kentut.
Kata saya, apa yang dia makan?
Aku akan selalu ingat apa yang dia lakukan,
Dan sekarang aku berumur tiga puluh delapan!

nah demikian sudah aku memberikan sebuah tulisan berupa puisi pendidikan nasionl yang mengarah pada sedikit nyeleneh juga aneh tapi sangat lucu di mana yang kita ketahui biasanya sebuah puisi itu mengharukan juga sedih apalagi kalau tema kehidupan nah maka dari itu aku buat yang agak sedikit berbeda dari yang lainya

dan yang selanjutnya ini aku akan persembahkan bait ke dua dan judul yan berbeda di mana menceritakan tentang sebuah bullying yang kerap sekali terjadi di dalam sebuah sekolah yang merusak citra pendidikan nasional.

puisi pendek pendidikan

B U L L Y

B untuk better (lebih baik)
kau memberi kami cacian setiap hari
Aku yakin air mataku tidak akan mengganggu
Batu nisanmu suatu hari nanti.
saya berharap anda bisa pergi dan membiarkan saya menjadi
Orang yang saya inginkan,
Dan itu aku.

U adalah untuk ugly (jelek).
Oh ya, ini memar
Tanda Anda menjadi pengganggu.
Anda ingin meninggalkan saya dengan bekas luka!
Anda menyebabkan saya sangat sakit,
Dan apa yang akan kamu dapatkan?

L adalah untuk (love) cinta yang hilang.
Anda pikir bullying adalah peraturannya.
Saya dipukuli, patah, dan hilang
Karena kau sangat kejam.
Kapan Anda akan sadar bahwa Anda tidak pernah keren?
Sebenarnya kamu adalah orang bodoh terbesar!

L adalah untuk (life) hidup saya yang kurang.
Anda tertawa dan memanggil saya seorang pemberontak.
Ini seperti Anda menggunakan pisau
Untuk mengukir semua jeroan saya.
Batu-batu yang Anda lempar dan kata-kata yang Anda katakan,
Rasa sakit itu tidak akan pernah hilang dalam satu hari.

Y adalah untuk ( You ) Anda,
Pengganggu terbesar yang pernah ada.
Saya berharap orang bisa menghentikan Anda - menghentikan Anda selamanya.
Karena jika rencana jahatmu diizinkan untuk terus berlanjut,nah itSetiap orang di dunia ini harus dilakukan salah,
Dan mereka semua akan menderita dari rasa sakit yang telah Anda mulai.

MENGGERTAK.
Kamu tidak punya alibi
Kamu seorang pengganggu

Rasa sakit di tubuh saya bahkan lebih buruk lagi,
Tapi aku tersenyum pada kutukan kecilmu.
Aku adalah orang yang lebih baik; ya itu benar.
Hei, pengganggu, ini hanya untukmu
Sekalipun aku sendiri, aku akan menjadi lebih kuat darimu.

mungkin hanya itu saja yang bisa ku tuliskan pada kesempatan kali ini semoga memberi inspirasi serta kesadaran dan juga memperbaiki apa yang kurang di dalam dunia pendidikan nasional yang kerap sekali tercoreng oleh sedemikian oknum atau sebuah pergaulan dan juga gaya hidup masa kini terima kasih telah menyimak sebuah puisi tentang pendidikan.
Advertisement

Subscribe to receive free email updates: